JAKARTA – Filantropi Indonesia bekerja sama dengan PKMK FK KMK UGM dan Tahija Foundation meluncurkan Klaster Filantropi Kesehatan.
Klaster ini dibentuk bertepatan dengan Hari Kesehatan Nasional, danĀ dalam rangka meningkatkan kualitas program kesehatan yang didukung, didanai dan dikelola oleh
lembaga-lembaga filantropi di Indonesia.
Pembentukan Klaster ini juga diharapkan bisa membantu mengatasi dampak Kesehatan yang muncul akibat pandemi COVID-19 yang tengah melandaĀ Indonesia yang membutuhkan sumber daya dan dukungan dari filantropi.
āKlaster Filantropi kesehatan ini diharapkan bisa menjadi forum bersama bagi lembaga-lembagaĀ filantropi untuk andil dalam Indonesia Sehat melalui kegiatan riset, berbagi informasi, meningkatkan kapasitas, melakukan advokasi kebijakan, serta mengembangkan kolaborasi dengan sektor lainnya, āpapar Prof. dr. Laksono Trisnantoro, M.Sc., Ph.D., Ketua PKMK FKKMK UGM , pada peluncuran Klaster Filantropi Kesehatan yang digelar di sela-sela workshop āMenggali Potensi filantropi Untuk Andil Indonesiaā di Jakarta, Kamis siang (12/10/2020).
Tuntutan dan kebutuhan dukungan sumber daya untuk sektor Kesehatan semakin meningkat
manakala wabah COVID-19 melanda Indonesia. Walaupun pemerintah telah mengeluarkan dana kebencanaan dari APBN dan APBD untuk mendanai program pencegahan dan perawatan COVID-19, intervensi ini tentu masih akan belum cukup untuk menanggapi secara keseluruhan dikarenakan sifatnya yang kaku dan lambat sehingga sulit jika menanggapi perbedaan kondisi lapangan.
āDengan semangat gotong-royong dan solidaritas yang meningkat di masyarakat pada masa pandemi COVID-19, filantropi memiliki peran yang besar dalam melengkapi kehadiran program pemerintah karena sifat aksinya yang fleksibel dan cepat.ā kata Prof. Laksono.
Sementara Trihadi Saptoadi, Direktur Eksekutif Yayasan Tahija, meyakini bahwa dibentuknya klaster Kesehatan di Perhimpunan Filantropi Indonesia akan meningkatkan kerja sama dan kontribusi filantropi dalam pembangunan kesehatan di Indonesia. āDi klaster ini kita bisa menggalang sumber daya dan dana masyarakat terutama para filantropis untuk membuat perubahan yang lebih baik, dan bersama-sama menawarkan solusi yang inovatif di sektor kesehatan, terutama tentu kontribusi nyata ke tujuan, target dan indikator SDGs atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan yang berkaitan dengan sektor kesehatan” katanya.





