Pembangunan Pabrik Nanas di Subang Segera Rampung, DD Akan Berdayakan Warga Sekitar

SUBANG – Pembangunan pabrik nanas yang sedang dalam proses ditargetkan selesai pada tahun 2020, yang akan berdiri kokoh di samping jalan utama Cirangkong, Kecamatan Cijambe, Subang, Jawa Barat.

Bangunan 600 meter persegi tersebut, diperkirakan cukup untuk mengolah 190 Kg buah nanas per harinya.

Manajer Divisi Ekonomi Dompet Dhuafa, Kamaluddin menyebutkan, awal dimulainya pembangunan pabrik pada akhir 2015 dan ditargetkan selesai akhir tahun ini. “Insyaa Allah, 2020 nanti kami sudah mulai uji coba beroperasi. Syukur-syukur sudah bisa memproduksi,” tutur Kamal.

Menurut Kamal, alasan dibangunnya pabrik olahan nanas, karena memang Kabupaten Subang terkenal sebagai salah satu daerah penghasil buah nanas terbesar. Jangankan di kawasan perkebunan, di sepanjang jalan di beberapa daerah Kabupaten Subang, para pengguna jalan akan selalu disapa oleh pedagang-pedagang nanas yang berderet.

Meski begitu, kalimat keluh seringkali keluar dari bibir para petani. Saat memasuki musim panen, tak sedikit pengepul-pengepul nakal dengan seenaknya memainkan harga pasar. Banyak dari mereka kesulitan dalam memasarkan hasil panenan.

Atas dasar tersebut, Dompet Dhuafa menginisiasi pembangunan pabrik di kawasan perkebunan Desa Cirangkong.

Kamal mengamati Desa Cirangkong mempunyai potensi kebun nanas hingga 22 hektar. Pada 2014 dengan menggunakan donasi Indonesia Berdaya, Dompet Dhuafa berhasil membebaskan tanah seluas 10 hektar untuk dimanfaatkan sebagai lahan wakaf produktif, salah satunya kebun nanas. Saat ini Dompet Dhuafa sudah mengelola sekitar 50 persen tanah tersebut, dimanfaatkannya sebagai kebun nanas, buah naga, dan peternakan domba.

Berdiri di atas dana wakaf pada ketinggian +/-400 meter di atas permukaan air laut, pembangunan pabrik melibatkan berbagai lapisan masyarakat. Dengan begitu, warga pun sangat baik menerima kehadiran Dompet Dhuafa beserta seluruh program-program yang bergulir di sana.

“Nantinya karyawan-karyawan pabrik juga akan diambil dari warga sekitar. Menghindari kecemburuan sosial, perekrutannya juga kami lakukan secara selektif, melalui beberapa tahap rekrutmen seperti pada umumnya,” lanjutnya.

Selain memberdayakan warga sebagai karyawan pabrik, Dompet Dhuafa juga memberdayakan warga lainnya untuk masuk dalam koperasi bersama Desa Cirangkong. Koperasi tersebut akan mengolah seluruh buah nanas dari para petani. Fungsinya adalah sebagai pemilah buah, pengupas dan yang memastikan layak atau tidaknya buah masuk pabrik olahan.

“Pabrik tinggal menerima buah kupasan dari koperasi. Proses seleksi buah, standarisasi dan lainnya dilakukan di koperasi. Dari koperasi nanti baru kita beli dengan harga Rp. 2.500 per buahnya. Harga tersebut akan selalu stabil dalam berbagai kondisi panen,” tutup Kamal, dilansir dompetdhuafa.org.

Advertisement