Pemenuhan Gizi Jadi Bagian Penting dalam Respons Kemanusiaan di Lokasi Bencana

JAKARTA, KBKNEWS.id – Dalam situasi darurat bencana, anak-anak menjadi kelompok yang paling rentan terdampak karena keterbatasan akses pangan bergizi.

Hal tersebut berpotensi memicu gizi kurang, gizi buruk, hingga gangguan tumbuh kembang. Karena itu, pemenuhan gizi menjadi bagian penting dalam respons kemanusiaan yang tidak bisa diabaikan.

Merespons kondisi tersebut, Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa Cabang Sumatera Selatan menggelar kegiatan Pemberian Makanan Bergizi untuk Balita dan Anak (PMBA) di SDN 26 Kayu Pasak, Palembayan, Kabupaten Agam.

Kegiatan ini menyasar balita dan anak hingga usia tujuh tahun yang terdampak langsung maupun tidak langsung oleh bencana.

Sebanyak 83 anak mengikuti kegiatan ini dan menikmati menu rice bowl berisi nasi, sayur, ikan, serta buah semangka. Menu tersebut disusun dengan pendampingan ahli gizi dari Puskesmas Palembayan agar tetap memenuhi kebutuhan gizi seimbang anak dalam kondisi pascabencana.

Koordinator LKC Dompet Dhuafa Sumatera Selatan, Ns. Tri Hartati, S.Kep, menyampaikan bahwa perhatian terhadap gizi anak merupakan bagian penting dari upaya kemanusiaan.

Melalui pemenuhan asupan gizi yang layak, diharapkan risiko kekurangan gizi dapat ditekan sekaligus mendukung pemulihan kesehatan anak dan keluarga di pengungsian.

Ahli gizi Puskesmas Palembayan, Mairita, menjelaskan bahwa makanan bergizi bagi anak harus mencakup empat unsur utama, yakni karbohidrat, protein, sayur, dan buah. Ia juga mengingatkan agar konsumsi makanan instan dan kudapan pada anak dibatasi karena dapat berdampak pada kesehatan dan status gizi, terutama dalam situasi darurat.

Antusiasme anak-anak terlihat sejak proses persiapan makanan. Relawan melibatkan mereka membersihkan ikan sebelum dimasak dan disuwir agar mudah dikonsumsi. Kegiatan ini terasa sangat berarti bagi warga Sikabau, wilayah yang sempat terisolasi akibat jembatan rusak dan longsor, sehingga akses pangan warga terbatas.

Ke depan, kegiatan PMBA direncanakan berlanjut ke Kabupaten Tanah Datar dan sejumlah titik terdampak bencana lainnya sebagai bagian dari upaya berkelanjutan menjaga kesehatan dan tumbuh kembang anak di masa pemulihan.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here