
TANGERANG SELATAN – Pesantren Mualaf Indonesia (Pemulia) Dompet Dhuafa kembali melaksanakan program Malam Bina Iman dan Taqwa (Mabit) untuk wilayah Jabodetabek pada edisi Zulhijah 1445 Hijriah di Gedung Dakwah Dompet Dhuafa, Tangerang Selatan, Jumat (7/6/2024) dan Sabtu (8/6/2024).
Berbeda dari sebelumnya, Mabit kali ini dimeriahkan dengan kegiatan fun cooking, yakni lomba memasak antargrup di mana Grup Tangerang dan Grup Jakarta mengirim perwakilan untuk berkompetisi dan mempererat persaudaraan.
Mudir Pesantren Mualaf Indonesia Dompet Dhuafa, Ustaz Muhammad Labib, menyatakan bahwa sesi memasak seru ini diharapkan dapat memperkuat ukhuwah islamiyyah di antara para mualaf sesuai dengan grup tempat mereka belajar.
Dalam sambutannya, Senior Officer Layanan Dakwah Dompet Dhuafa, Ustaz Ahmad Pranggono, mengajak para mualaf untuk terinspirasi dari perjuangan dan keteguhan orang-orang yang bersemangat datang walau dari tempat yang jauh.
Sementara itu, Officer Kemitraan Dakwah Nasional Dompet Dhuafa, Ustaz Awang Ridwan Suhaedi, menyampaikan pesan tentang keutamaan awal Zulhijah, termasuk memperbanyak amalan puasa sunnah pada hari-hari tersebut.
Pada sesi mentoring, para pembina grup menyampaikan materi tentang rukun haji, termasuk niat dan berihram, wukuf di Padang Arafah, sai di antara Bukit Shafa dan Marwa, tawaf mengelilingi Hajar Aswad, hingga tahallul.
Para mualaf memulai hari kedua dengan salat tahajud, dilanjutkan dengan muhasabah dan salat Subuh berjemaah yang dipimpin oleh Dai Ambasador Dompet Dhuafa, Ustaz Abdurrahman Sholeh.
Kegiatan dilanjutkan dengan kajian subuh tentang haji dan kurban oleh Dai Ambasador Dompet Dhuafa, Ustaz Novi Maulana Yusuf.
Ia mengajarkan amalan-amalan khusus selama 10 hari pertama Zulhijah bagi kaum muslimin yang tidak melaksanakan haji, termasuk puasa sunah selama 9 hari pertama Zulhijah. Terutama puasa sunah Arafah pada 9 Zulhijah saat jemaah haji melakukan wukuf di Tanah Suci.
Ustaz Labib berharap para mualaf binaan Dompet Dhuafa terus bersemangat dan saling mendukung satu sama lain dalam mengikuti seluruh agenda pembinaan.
“Saat merasa lemah iman, tetaplah beribadah meskipun sedikit,” tuturnya.




