LUMAJANG – Pencarian dan evakuasi korban bencana di Dusun Curah Kobokan, Kelurahan Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur. dihentikan sementara karena adanya peningkatan aktivitas Gunung Semeru.
Peningkatan aktivitas terlihat dari adanya awan panas yang kembali muncul di sekitar gunung. “Proses evakuasi mulai pagi, tapi pukul 09.15 WIB dihentikan karena muncul awan panas,” kata Dewa, komandan tim pencarian dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Surabaya, di Curah Kobokan pada Rabu (8/12), dilansir Antara.
Menurutnya, petugas berhasil menemukan dan mengevakuasi jenazah dua orang dalam upaya pencarian yang dilakukan selama beberapa jam pada Rabu pagi. Sementara petugas melakukan evakuasi, beberapa warga datang untuk mengambil barang-barang yang masih bisa diselamatkan dari rumah mereka.
Saat awan panas muncul, petugas meminta warga meninggalkan Curah Kobokan dan kembali ke tempat mengungsi.
Hingga Rabu pukul 10.30 WIB, peningkatan aktivitas Gunung Semeru tercatat telah menyebabkan 34 orang meninggal dunia, 82 orang terluka ringan, dan 26 orang terluka berat. Selain itu, petugas masih berusaha menemukan16 orang yang dilaporkan hilang saat Gunung Semeru melontarkan awan panas guguran.





