Pencarian Korban Longsor di Toba Samosir Dihentikan

Ilustrasi

MEDAN – Pencarian korban longsor di Provinsi Sumatera Utara setelah dilakukan selama beberapa hari akhirnya dihentikan, dan satu korban masih dinyatakan hilang.

Kepala BPBD Toba Samosi Herbet Pasaribu mengatakan pencarian selama tiga hari ini, yang dilakukan tim gabungan tidak juga membuahkan hasil bagi korban tertimbun material longsor di Desa Halado.

Ia menjelaskan tim gabungan menghentikan pencarian korban, karena sesuai dengan standar operasional prosedur, dan telah berlangsung selama tujuh hari lebih.

 

“Namun, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Toba Samosir, tetap melanjutkan pencarian selama satu hari lagi bagi korban warga Desa Halado yang belum ditemukan itu, ” ujar Herbet, dikutip Antara.

Satu orang korban tanah longsor atas nama Sutan Marpaung (37) warga Desa Halado, Kecamatan Pintu Mohan Meranti, Kabupaten Toba Samosir, Provinsi Sumatera Utara yang belum ditemukan.

Jumlah warga tertimbun tanah longsor yang meninggal dunia sembilan orang.

Korban yang selamat lima orang, sebagian di antara mereka mendapat perawatan di poliklinik dan beberapa orang telah kembali ke rumah.

Peristiwa longsor terjadi, Rabu (12/12/12), sekitar pukul 23.30 WIB, berlokasi di Desa Halado, tepatnya di Jalan lintas Sigura-gura, Kecamatan Pintu Pohan Meranti, Kabupaten Toba Samosir, menimpa tiga rumah warga.

 

Advertisement