Update Gempa NTT: 103 Orang Meninggal, 185 Ribu Masih Mengungsi 

Gempa bermaknitudo 7,7 di sejumlah Kab. Flores sejak Sabtu (15/8) menewaskan 47 orang ( terbanyak di Kab. Manggarai 23 orang, Kab. Manggarai Timur 17 orang dan Kab SIkka 4 orang. (foto: ANTARA)

JAKARTA, KBKNEWS.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban meninggal dunia akibat gempa magnitudo (M) 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai 103 orang.

Angka tersebut bertambah tiga orang dibandingkan data sebelumnya.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Suar Pelita Panjaitan mengatakan, korban meninggal tersebar di sejumlah wilayah. Rinciannya, 41 orang meninggal di Manggarai, 34 orang di Manggarai Timur, 13 orang di Nagekeo, enam orang di Sikka, lima orang di Ngada, tiga orang di Ende, dan satu orang di Manggarai Barat.

Selain korban meninggal, BNPB mencatat sebanyak 1.666 orang mengalami luka-luka. Jumlah tersebut bertambah 63 orang dari data sebelumnya.

Dampak gempa juga membuat 185.131 warga masih mengungsi. Para pengungsi terdiri dari warga yang mengungsi secara mandiri maupun mereka yang berada di tempat pengungsian terpusat. BNPB juga mencatat adanya tambahan 4.804 pengungsi.

Berton menyebut gempa susulan masih dirasakan di sejumlah wilayah NTT. Kondisi tersebut membuat sebagian warga memilih tetap berada di tempat pengungsian karena khawatir kembali ke rumah.

Di tengah situasi tersebut, pemerintah mulai memperkuat pemulihan sektor pendidikan. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan sekolah yang mengalami kerusakan akibat gempa akan menjadi prioritas program revitalisasi.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengatakan penanganan sekolah terdampak menjadi bagian penting dari upaya pemulihan pascabencana. Pemerintah terlebih dahulu melakukan pendataan, verifikasi, dan validasi terhadap kondisi sekolah sebelum pembangunan dimulai.

Kemendikdasmen juga menyiapkan dana tunai senilai Rp860 juta dalam bentuk voucher untuk 61 sekolah. Selain itu, bantuan berupa 9.400 buku nonteks, 495 school kit, 30 family kit, 1.000 kaus, dan 1.650 paket logistik turut disalurkan.

Setelah proses pendataan dan verifikasi selesai, pemerintah akan menandatangani perjanjian kerja sama sebelum pembangunan sekolah terdampak dimulai.

Pemerintah berharap pemulihan fasilitas pendidikan dapat berjalan seiring dengan penanganan para korban dan pengungsi yang hingga kini masih menghadapi dampak gempa.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here