JAKARTA, KBKNews.id – Hujan deras yang mengguyur Jakarta sejak Sabtu malam (5 Juli 2025) telah menyebabkan banjir di berbagai wilayah. Hingga Senin pagi (7/7/2025),
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat sebanyak 109 Rukun Tetangga (RT) masih terendam banjir. Penyebabnya adalah curah hujan yang tinggi disertai meluapnya sejumlah sungai.
Ratusan warga dievakuasi ke lokasi pengungsian sementara seperti masjid dan sekolah. Di wilayah Kelurahan Cawang dan Kampung Melayu, proses evakuasi sudah dimulai sejak dini hari pada Minggu.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, bersama jajaran Pemprov DKI dan BPBD langsung bergerak meninjau lokasi terdampak. Mereka juga berkoordinasi dengan pejabat terkait untuk menangani genangan air dan mengaktifkan pompa-pompa pengendali banjir.
Dalam kunjungannya ke Kali Irigasi Bekasi Tengah, Cakung, Jakarta Timur, Senin, Pramono memerintahkan Dinas Sumber Daya Air (SDA) untuk segera memprioritaskan pengerukan sungai-sungai di pinggiran Jakarta.
“Saya sudah memutuskan untuk penanganan pengerukan (kali) di pinggir-pinggir Jakarta ini segera dilakukan karena ini menjadi prioritas utama,” kata Pramono.
Menurutnya, kali sepanjang 5,3 meter itu dulunya dibangun pemerintah pusat sebagai bagian dari sistem pengairan dan pengendalian banjir, namun kini menjadi tanggung jawab Pemprov DKI.
“Karena kami tahu ini kalau tidak dirawat, salah satu sumber banjir di Jakarta. Untuk itu, saya meminta kepada Kepala Dinas SDA, kita gali,” tuturnya, dilansir dari Antara.
Sementara itu, Kepala Dinas SDA, Ika Agustin Ningrum, mengatakan bahwa pengerukan sungai tetap dilakukan meskipun saat ini masih musim hujan.
Pihaknya juga telah menyiapkan berbagai peralatan untuk menghadapi potensi banjir, termasuk 605 unit pompa stasioner di 202 lokasi serta masing-masing 100 unit pompa mobile di lima wilayah DKI.
“Bahkan pompa-pompa apung yang kecil-kecil, semua sudah dibagi tadi malam. Kemudian alat-alat berat kurang lebih 202 unit,” ujarnya.



