Penghormatan Terakhir untuk Ratu Elizabeth II

Raja Charles III di depan peti jenasah ibunya, Ratu Elizabeth II yang wafat di Puri Balmora, Skotlandia (9/9) dan akan dimakamkan di Westminster Alley, London, Senin siang (19/9).

CINTA  kasih, kehilangan besar dan duka mendalam dialami penduduk Inggeris dan warga belahan dunia lainnya sejak berita wafatnya Ratu Elizabeth II di kediamannya di Puri Barmoral, Skotlandia (9/9) lalu.

Sang ratu yang lahir 21 April 1926 yang menjadi simbul kelembutan, kasih sayang dan kehangatan saat bertahta selama 70 tahun disemayamkan di Puri Barmoral sampai Minggu (11/9),lalu  dengan iring-iringan kendaraan dibawa ke Istana Holyroodhoue,  Edinburg,   dan diterbangkan ke London, Selasa (13/9) untuk disemayamkan di Westminster Hall sampai hari ini, Minggu (18/09).

Prosesi terakhir atau pemakaman dijadwalkan akan dilakukan di Westminster Alley, London, Senin siang waktu setempat (19/9) bakal dihadiri sekitar 500 pelayat termasuk sejumlah pemimpin dan tokoh dunia.

Bisa dibayangkan kemuliaan dan empati yang diraih Ratu Elizabeth II, walau berdasarkan konstitusi Inggeris, dia bukan lah pemegang kekuasaan negara dan pemerintah yang dipegang oleh Perdana Menteri.

Tak hanya sebagai garda dan acuan moral, ratu yang hemat kata-kata, lebih dari itu, juga sosok perekat dan yang menginspirasi, termasuk bagi 53 negara persemakmuran yang loyal bergabung dalam Inggeris Raya walau memiliki pemerintah masing-masing.

Sejak hari pertama disemayamkan di Westminster Hall, puluhan ribu warga dari pelosok Inggeris Raya rela mengantri sampai seharian penuh untuk mendapat kesempatan memberikan penghormatan terakhir bagi ratu idolanya.

Antrian para pelayat tampak mengular sampai sepanjang delapan  Km di tepi Sungai Thames, pusat kota London, dan di tengah keheningan dan rasa duka mendalam,  ada relawan yang membagikan camilan, teh panas atau kopi sekedar untuk membunuh dinginnya udara menjelang musim dingin sekitar enam derajat Celcius.

Hasrat untuk ambil bagian dalam momen bersejarah dan juga ungkapan cinta kasih pada sang ratu, menurut seorang warga, membuat mereka larut dalam kedukaan walau didera dinginnya udara, untuk sekedar menyampaikan penghormatan terakhir beberapa detik di dekat peti jenazahnya.

Presiden Amerika Serikat Joe Biden dan PM Kanda Justin Trudel memastikan akan hadir dalam pemakaman, sebaliknya pemerintah Inggeris tidak mengundang perwakilan negara yang tidak memiliki hubungan diplomatik seperti Iran, Suriah, Venezuela, Korea Utara dan Nikaragua.

Perwakilan pemerintah Rusia juga tidak diundang karena meninvasi Ukraina dan juga Belarusia yang terlibat mendukung Rusia.

PM Selandia Baru Jacinda Andern datang bersama 10 pelayat lain  dari negara-negara pulau di Pasifik seperti Raja Maori, Theitia Paki, sedangakan  Raja Felipe datang bersama Ratu Letizia dari Spanyol serta mantan Raja Juan Carlos dan Ratu Sofia.

Selanjutnya tercatat Raja Belanda Willem Alexander dan Ratu Maxima, Raja Norwegia Harald V dan Ratu Sonya, serta Pangeran Albert II dan Putri Charlene dari Monaco serta raja-raja di Eropa lainnya.

Dari Asia dan Afrika, antara lain akan hadir Putera Mahkota Bahrain, Raja Bhutan, Sultan Brunei, Raja Jordania, Putera Mahkota Kuwait, Raja Lesotho, Kaisar Jepang, Raja Malaysia, Pangeran Monaco, Putera Mahkota Maroko, Sultan Oman, Emir Qatar, Raja Arab Saudi, Raja Tonga dan Uni Emirat Arab.

Gajah mati meninggalkan gading, Ratu Elizabeth II wafat mewariskan legacy berupa cinta kasih, rasa kemanusiaan yang tinggi serta kemuliaan.

Selamat jalan, ratu Elizabeth II!