MASYARAKAT diminta untuk waspada dan mengantisipasi penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) atau lebih dikenal sebagai batuk pilek atau flu di tengah suhu udara tinggi dan polusi udara.
Di wilayah Jabodetabek saja, menurut catatan Dinas Kesehatan setempat pada periode antara 29 Agustus sampai 6 September 2023 ada 90.546 kasus paparan ISPA, lebih separuhnya dialami warga usia produktif, balita dan anak, masing-masing 14 persen dan kaum lansia (delapan persen).
Peningkatan kunjungan pasien ke Puskesmas juga masih berlangsung, misalnya di Puskesmas Matraman, Jakarta Pusat dimana 20 persen pasien yang berkunjung (546 orang antara 1 – 8 Okt. ) menderita batuk-pilek.
Di tengah polusi udara dan naiknya suhu udara saat ini, Dinkes DKI Jakarta mengharapkan agar masyarakat melakukan langkah mandiri untuk menghindari flu-batuk dengan mengurangi aktivitas di luar rumah, mengenakan masker (KN95 atau KF94) serta mnerapkan pola hidup bersih dan sehat (makanan bergizi, tidur cukup, olah raga rutin dan hindari stress).
Warga juga disarabkan melengkapi rumahnya dengan penyaring udara ruangan (air purifier), menghirup uap air panas atau minyak kayu putih atau minyak esesnsial lainnya untuk melegakan nafas serta mengosumsi vitamin C atau D.
Untuk menghindari dehidrasi atau heat stroke, masyrakat disarankan minum dua sampai tiga liter jika berada di luar ruangan, namun menghindari minim banyak di malam hari agar tidur tidak terganggu.
Mengenakan baju berwarna terang, yang adem dan tidak tebal juga dianjurkan selain mengenakan tabir surya saat beraktivitas di luar rumah, mengenakan topi atau payung.
Udara panas di sejumlah wilayah di Indonesia yang terjadi akibat kemaarau panjang dampak El Nino dan pemanasan global diperkirakan akan berlangsung sampai akhir November.





