Pengungsi Muslim Sinabung Perlu Bantuan Penunjang Ibadah Puasa

0
98

KARO – Kurangnya koordinasi untuk menunjang ibadah puasa bagi pengungsi muslim di Sinabung, menyebabkan ibadah puasa pengungsi muslim bisa terganggu. Khususnya tidak maksimalnya koordinasi untuk membantu pengadaan berbuka puasa mereka. Hal ini perlu perhatian semua pihak.

Hal itu dikemukakan aktivis Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Susanto Ginting, Selasa (23/6/2015) menanggapi pemberitaan mengenai kondisi terkini pengungsi Sinabung, khususnya pengungsi muslim yang dinilai harus menghadapi ibadah puasa kali ini dengan penuh keprihatinan.

Pengungsi korban terdampak erupsi Gunung Sinabung, Kabupaten Tana Karo, Sumatera Utara mencapai 2.608 KK atau 9.384 jiwa.  Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersama MRI Sumut telah melakukan upaya bagi pengungsi untuk mendapatkan layanan kemanusiaan maksimal.

“Bagi pengungsi yang muslim, menjalani ibadah puasa dalam kondisi seperti ini (mengungsi-red) tentu harus mendapatkan perhatian khusus dari relawan kemanusiaan serta semua pihak yang terkait,” tambahnya.

ACT-MRI sejak awal telah melayani buka puasa dan sahur untuk para pengungsi korban erupsi Gunung Sinabung. Pihak MRI sendiri telah beraudiensi dengan Bupati Tana KaronTerkelin Brahmana, terkait program-program pelayanan kemanusiaan ACT-MRI di bulan Ramadhan.

“Dengan dukungan dari Bupati mudah-mudahan aksi-aksi kemanusiaan kita untuk pengungsi Sinabung bisa lebih massif, efektif dan maslahat untuk semuanya. Amin,” harap Susanto. ACTNews

Advertisement div class="td-visible-desktop">

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here