BETHLEHEM – Orang-orang Palestina yang tinggal di kamp-kamp pengungsian telah mengungkapkan ketakutan yang mendalam atas ancaman AS untuk mengurangi dana bagi sebuah badan bantuan yang melayani mereka.
Selama hampir 70 tahun, Badan Bantuan dan Perburuhan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) telah menjadi jalur kehidupan bagi lebih dari lima juta pengungsi Palestina yang terdaftar di wilayah-wilayah pendudukan dan negara-negara tetangga.
UNRWA mendukung dalam penyediaan makanan, akses terhadap pendidikan, perawatan kesehatan, layanan sosial dan pekerjaan.
“Hari ini, lebih dari dua pertiga pengungsi adalah anak-anak yang pergi ke sekolah UNRWA Jika sekolah ditutup, akan ada masalah besar,” ujar Salah Ajarmeh, seorang 44 tahun yang tinggal di kamp pengungsi Aida di luar Bethlehem, kata Al Jazeera.
Diberitaka sebelumnya AS mengancam akan memotong dana bantuan bagi UNRWA karena Palestina menentang kebijakannya. Trump berkicau dalam twitternya jika AS percuma memberikan dana bai orang-orang yanh tidak menghargai kebijakan negaranya selama ini.





