JAKARTA – Masyarakat di Sumatera dan Kalimantan dinimta Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) agar mewaspadai peningkatan potensi kebakaran hutan dan lahan.
Kepala Humas BMKG Hary T Djatmiko mengatakan, “Dari Citra Satelit Himawari BMKG, saat ini terpantau adanya sebaran asap yang cukup pekat di bagian barat Provinsi Riau yang mengindikasikan adanya area kebakaran lahan yang cukup luas,” katanya seperti dikutip dari Antara.
Hary menambahkan dengan adanya daerah belokan angin serta dominasi angin yang berhembus menuju arah timur maka diindikasikan sebaran asap akan berpotensi terus mengarah ke negara tentangga seperti Malaysia dan Singapura.
Lebih lanjut ia mengimbau warga di wilayah Sumatera bagian Barat yang terindikasi memiliki potensi sangat mudah untuk terjadi kebakaran hutan dan lahan. Serta tingkat pengendalian kebakaran hutan dan lahan pada tingkat sulit hingga sangat sulit terutama dalam lima hari kedepan.
Wilayah yang termasuk dalam kategori tersebut antara lain Riau, Sumatera Utara, Jambi, Aceh, Sumatera Barat, Bengkulu dan sebagian Sumatera Selatan.
Provinsi Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah juga cenderung mengalami peningkatan potensi kebakaran dalam beberapa hari kedepan.
Untuk itu, BMKG menghimbau kepada seluruh instansi terkait untuk meningkatakan kewaspadaan terhadap potensi peningkatan kebakaran hutan dan lahan. Masyarakat diminta agar tidak melakukan aktifitas pembakaran lahan serta bagi masyarakat yang wilayahnya telah tercemari polusi asap agar dapat mengantisipasi dampaknya dengan menggunakan masker dan menjaga kondisi tubuh agar tidak mudah terserang penyakit.





