Penjelasan BMKG tentang Cuaca Panas di Yogyakarta

Ilustrasi/Ist

YOGYAKARTA – Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika Yogyakarta menyatakan posisi matahari sedang berada di selatan garis equator sehingga mempengaruhi cuaca yang panas di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kepala Kelompok Data dan Informasi Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta Djoko Budiono mengatakan suhu udara Yogyakarta yang tercatat rata-rata 30 sampai 32 derajat Celsius juga memberikan kontribusi bagi pembentukan awan hujan. “Sehingga setelah dirasa panas selanjutnya akan terjadi hujan,” kata dia.

Ia menjelaskan hujan ringan berpotensi turun di bagian utara dan tengah Yogyakarta, terutama pada siang hingga sore hari. Sementara hujan sedang berpotensi terjadi di wilayah Kabupaten Sleman (Turi, Pakem, Cangkringan), Kabupaten Kulonprogo (Kalibawang, Samigaluh, Girimulyo, Kokap), dan Kabupaten Gunungkidul (Wonosari, Paliyan, Semanu).

Djoko menjelaskan bahwa secara umum Februari hingga Maret masih dalam periode musim hujan, dengan fase pancaroba diperkirakan terjadi April.

“Masyarakat diimbau untuk tetap menjaga kewaspadaan terjadinya hujan yang disertai petir dan angin, serta selalu menjaga kesehatan karena perubahan cuaca yang cukup signifikan,” katanya, dilansir Antara.

Advertisement