JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Arifin Tasrif, menjelaskan tujuan utama dari program bagi-bagi gratis 500 ribu alat penanak nasi atau rice cooker.
Dia mengatakan, bagi-bagi rice cooker tersebut untuk menekan defisit impor gas LPG saat ini, beralihnya alat memasak berbasis listrik, ia meyakini konsumsi terhadap LPG bisa berkurang.
Arifin mencatat, saat ini sekitar 60 juta rumah tangga yang menggunakan LPG untuk memasak nasi. Oleh karena itu, bantuan pemerintah itu akan diutamakan bagi kelompok tersebut.
Ia masih optimistis program tersebut dapat terlaksana pada tahun ini meski tersisa waktu dua bulan. Adapun anggaran yang disiapkan untuk membagikan setengah juta rice cooker sebesar Rp 347,5 miliar.
Dia juga menekankan, Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dari rice cooker yang akan dibagikan secara gratis harus tinggi yang sudah teruji kualitasnya. Menurut Arifin, tak sulit mencari rice cooker dengan TKDN tinggi karena Indonesia sudah memiliki banyak industri dalam negeri yang memproduksi alat memasak berbasis listrik.
Arifin juga menyebut adanya penyimpangan distribusi gas LPG 3 Kg yang semestinya diperuntukkan bagi masyarakat miskin. Pemerintah pun berencana memperpendek rantai pasok LPG agar kontrol terhadap penyaluran gas bersubsidi itu dapat lebih ketat.
Arifin mengatakan, pemerintah ingin agar barang bersubsidi itu tersalurkan tepat sasaran kepada masyarakat miskin meski saat ini penjualan masih dilakukan secara bebas.





