Jangan lengah terhadap mpox

Sudah 87 orang terpapar cacar monyet di Indonesia sepanjang 2024 sampai Agustus, sementara di Afrika sudah mendekati 100.000 orang sejak 2022.

CACAR monyet  (mpox) yang Agustus ini sudah memapar 87 orang fi Indonesia perlu diawasi terus, mengingat kasus penyakit ini tercatat mencapai 14-ribu kasus di Afrika sepanjang 2024 dan total 99.176 kasus secara global sejak 2022.

Badan Keehatan Dunia (WHO) juga sudah menetapkan penyakit cacar monyet sebagai darurat kesehatan global sejak 14 Agustus lalu.

Sejauh ini, menurut pengawas Kesehatan di Afrika, penyakit cacar monyet sudah dideteksi di 13 negara di benua tersebut dan jumlah kasusnya di 2024 naik 160% secara tahunan, begitu pula angka kematiannya yang naik 19%.

Monkeypox atau cacar monyet adalah penyakit langka mirip dengan cacar yang disebabkan oleh virus. Penyakit ini lebih sering ditemukan di wilayah Afrika Tengah dan Barat, tetapi telah muncul di berbagai bagian benua lainnya.

Menurut World Health Organization (WHO), cacar monyet atau Mpox adalah penyakit virus yang berasal dari spesies genus Orthopoxvirus. Mpox disebabkan oleh virus cacar monyet (MPXV) yang merupakan virus DNA untai ganda dari genus Orthopoxvirus dalam famili Poxviridae.

Virus cacar monyet biasanya menyerang hewan pengerat seperti tikus dan hewan primata seperti monyet. Namun, manusia juga dapat terinfeksi virus cacar monyet.

Jenis mpox

Dilansir laman Centers for Disease Control and Prevention, terdapat dua jenis virus cacar monyet atau Mpox sebagai berikut:

Clade I: Tergolong ke kondisi yang lebih parah dan berujung kematian. Beberapa kasus wabah menelan nyawa 10 persen penderitanya. Clade I merupakan endemik di Afrika Tengah.

Clade II: Jenis wabah global yang pertama muncul pada tahun 2022. Infeksi Mpox Clade II tidak terlalu parah, yang mana 99,9 persen pasien berhasil sembuh. Clade II merupakan endemik di Afrika Barat.

Asal mula virus cacar monyet ditemukan di Denmark tahun 1958 pada monyet yang dipelihara untuk suatu penelitian. Kasus cacar monyet pertama pada manusia dialami seorang anak laki-laki pada tahun 1970 di Republik Demokratik Kongo.

Pada Mei 2022, wabah cacar monyet tiba-tiba menyebar dengan cepat di wilayah Eropa dan Amerika, serta keenam wilayah WHO lainnya.

Penyebabnya

Berdasarkan penjelasan di beberapa sumber seperti Johns Hopkins Medicine, European Centre for Disease Prevention and Control, hingga Cleveland Clinic, berikut beberapa penyebab cacar monyet yang harus dipahami.

Cacar monyet atau Mpox adalah penyakit virus yang biasanya ditularkan dari hewan ke manusia. Cacar monyet disebabkan oleh virus Monkeypox atau MPXV yang terdapat pada satwa liar di beberapa negara Afrika bagian tengah dan barat.

Penularannya disebabkan hubungan fisik dengan orang yang terinfeksi. Virus cacar monyet akan menular apabila seseorang melakukan kontak fisik seperti berpelukan, memegang, mencium dan berhubungan seks.

Cacar monyet juga dapat disebabkan oleh kontak fisik dengan benda milik pasien terinfeksi seperti menyentuh permukaan atau memegang pakaian, handuk, maupun tempat tidur

Penularan cacar monyet terjadi melalui kulit yang terluka, seperti bekas gigitan atau cakaran, atau melalui kontak langsung dengan darah atau cairan tubuh hewan yang terinfeksi.

Gejala cacar monyet a.l demam tinggi, sakit kepala, ce (NHS), dan  ciri-ciri penyakit cacar monyet yang pertama kali muncul sebagai gejala berupa nyeri otot, sakit punggung, pembengakan gkelenjar getah bening, mengigl atau kedinginan dan kelelahan.

Ciri-ciri penyakit cacar monyet berupa ruam biasanya akan muncul pada 1-5 hari setelah gejala pertama. Ruam dapat muncul di bagian tubuh manapun termasuk tangan, kaki, mulut, wajah, dan bagian tubuh lainnya.

Ciri-ciri penyakit cacar monyet juga dapat dirasakan pada anus yang nyeri dan pendarahan melalui dubur.

Waspada dan waspada!

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here