JAKARTA – Apakah anak Anda termasuk picky eater atau suka pilih-pilih makanan? Jika, ya, tenang karena Anda tidak sendirian.
Nutrisionis Rawat Inap Anak dari RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) Kiara Jakarta, Ariek Ratnawati, S.Gz, mengatakan bahwa penyakit atau masalah sensorik dapat menyebabkan anak menjadi picky eater.
“Yang perlu diketahui sebelumnya, untuk diagnosa atau penegakan picky eater sendiri harus melalui konsultasi dengan dokter anak dan dietisien anak melalui evaluasi khusus. Tidak bisa dari pernyataan orang tua sendiri,” kata Ariek dilansir dari Antara.
Penyebabnya bermacam-macam. Pertama, karena masalah medis seperti diare, konstipasi, alergi, intoleransi makanan, dan penyakit infeksi.
Masalah medis lain yang memengaruhi perilaku ini termasuk masalah perkembangan seperti cerebral palsy atau Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD).
“Kemudian bisa saja anak mengalami defisiensi zat gizi tertentu, sehingga anak jadi sering sakit. Ini terkait dengan status gizinya, oleh karena itu segera diperiksa ke dokter spesialis anak untuk diagnosa yang tepat,” ujarnya.
Suasana makan yang cenderung memaksa bisa membuat anak merasa tertekan, yang berkaitan erat dengan aturan makan yang diterapkan oleh orang tua.
Menghadapi Anak dengan Picky Eater
Ariek menyarankan orang tua melakukan beberapa upaya untuk menghadapi anak picky eater. Langkah pertama adalah mencari tahu penyebabnya dengan berkonsultasi dengan dokter spesialis anak jika terkait penyakit, atau dietisien anak atau terapis makan jika ada gangguan gizi atau oromotor.
Setelah mengetahui penyebabnya, latih anak mengembangkan kemampuan sensoriknya jika bermasalah dengan sensorik, misalnya belajar memegang makanan seperti sayur, buah, rumput, bunga, air, atau agar-agar.
Buat suasana makan menyenangkan dengan bernyanyi, mengobrol, atau menggunakan kata-kata positif. Jangan memaksakan kehendak saat memperkenalkan makanan baru.
Selanjutnya, lakukan food chaining bertahap dengan mengubah karakteristik makanan seperti rasa, warna, bau, atau tekstur. Misalnya, mengganti nasi dengan kentang yang dibentuk bola-bola atau diolah menjadi perkedel.





