JAKARTA –Â Banjir yang melanda Kelurahan Cipinang Melayu Kecamatan Makasar, Jakarta Timur disebabkan jebolnya tanggul Kali Sunter yang berada di Villa Bukit Nusa Indah, Kota Bekasi.
Menurut Kepala Dinas Tata Air DKI Jakarta Teguh Hendrawan, banjir di wilayah tersebut baru pertama kali terjadi.
“Yang kami khawatirkan seharusnya (banjir) di Ciliwung, kejadiannya malah di Kali Sunter,” katanya.
Ditambahkannya jika emerintah DKI Jakarta sedang melakukan normalisasi Kali Sunter untuk mengatasi banjir di Ibu Kota. Di wilayah Jakarta Timur normalisasi dilakukan di tujuh kelurahan, termasuk Kelurahan Cipinang Melayu. Salah satu bagian normalisasi, yakni pemancangan papan turap (sheet pile) belum sepenuhnya dilakukan di wilayah banjir RW 03 Kelurahan Cipinang Melayu.
Akibatnya, air meluap dan mengalir ke wilayah permukiman warga di RW 03 dan RW 04 Cipinang Melayu. Bila pembebasan lahan sudah rampung 100 persen, menurut Teguh, pembangunan sheet pile diperkirakan selesai pada Maret atau April 2017.
Sebanyak 165 kepala keluarga dengan total 465 warga yang mengungsi di masjid Universitas Borobudur. Pemerintah berusaha melakukan upaya preventif dengan membangun bronjong batu kali yang dimulai sejak Minggu, 19 Februari 2017.
Akan tetapi, pembangunan sempat terhenti karena intensitas curah hujan yang tinggi. Melalui upaya itu, diharapkan debit air dapat berkurang untuk sementara waktu.
“Paling lama seminggu ini selesai, cepat lah kalau batu kali. Kita material ada, tenaga ada, cuma tinggal alamnya aja nih,” ujar Teguh, diberitakan Tempo, Selasa (21/2/2017).





