PACITAN – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan dr Eko Budiono mengatakan, virus Hepatitis A yang menyebar di wilayahnya diduga kuat dari air resapan kolam di sungai Kalingoro yang selama ini dikonsumsi warga.
“Co-infeksi-nya sih begitu. Jadi kalau airnya itu mengandung bakteri E-coli, maka kemungkinan didekati Hepatitis virus A itu memang ada,” kata Eko.
Pernyataan itu dia sampaikan setelah sebelumnya mendapat laporan hasil uji laboratorium atas sampel air resapan sungai Kalingoro di Desa Sukorejo, Kecamatan Sudimoro yang selama ini menjadi sumber air baku warga di 10 desa setempat yang mengalami dampak kekeringan.
Hasil pemeriksaan sebelum dilakukan klorinasi, kata Eko, indeks bakteriologisnya E-coli yang didapat mencapai 2.400/100 mililiter. Jumlah itu jauh melampaui nilai ambang batas yang ditoleransikan secara kesehatan sanitasi lingkungan, yakni 50/100 ml.
“Tapi setelah kami lakukan klorinasi ya Alhamdulillah, bakterinya bisa turun. Kemarin kami cek lagi indeks bakteriologisnya tinggal sekitar 48/100 mililiter. Di bawah 50/100 mililiter lah,” ujar Eko, dilansir Republika.co.id, Selasa (9/7/2019).
Posisi kolam ada di jalur sungai yang mengering sebagian, namun masih muncul resapan dari air sungai yang menggenang dan merasuk melalui celah-celah kecil tumpukan batu pasir. Airnya tampak jernih bersih, juga tidak berbau.
Menurut pengakuan warga, air yang diambil menggunakan tandon air dan diangkut menggunakan truk itu dijual ke warga dengan harga Rp 120 ribu isi tiga tandon dengan volume masing-masing sekitar 1.200 liter.
“Tidak ada perlakukan khusus. Air ini nantinya ya digunakan untuk semua kebutuhan rumah tangga. Ya untuk minum, masak, mandi cuci kakus, maupun kebutuhan lain,” tutur Doni, warga Sudimoro yang menjual jasa suplai air bersih ke warga sekitar.
Sebelumnya, ratusan orang di Pacitan terinfeksi virus Hepatitis A. Kondisi itu membuat Dinas Kesehatan Pacitan menetapkan status kejadian luar biasa (KLB).





