Perang Dagang dengan AS, Kanada Berpotensi Gabung ke Uni Eropa

Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau (Foto: Biro Setpres)

TORONTO – Dalam beberapa pekan terakhir, hubungan antara Kanada dan Amerika Serikat (AS) semakin memanas akibat kebijakan tarif yang diberlakukan oleh Presiden AS Donald Trump. Tarif yang dikenakan pada baja dan aluminium Kanada memicu reaksi keras.

Efek dari perang dagang ini menyebabkan muncul wacana Kanada untuk bergabung dengan Uni Eropa (UE). Surat kabar The Economist memberikan argumen wacana itu bisa terwujud karena Eropa membutuhkan sumber daya alam Kanada, sementara Kanada membutuhkan lebih banyak penduduk.

Beberapa pemimpin UE bahkan menyatakan dukungan mereka terhadap ide ini. Melansir dari DW, Kamis (13/2/2025) anggota Parlemen Eropa, Guy Verhofstadt, menegaskan UE harus mendukung Kanada, mengingat sejarah panjang di masa lalu.

Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau juga menyuarakan pentingnya mempertahankan tatanan global berbasis aturan, yang menjadi dasar kemakmuran global selama delapan dekade terakhir. Dalam pidatonya, Trudeau menekankan pentingnya persatuan dan kerja sama internasional, meskipun dia tidak secara eksplisit menyebutkan rencana untuk bergabung dengan UE.

Proses Rumit

Namun, meskipun tidak mustahil, prosesnya akan rumit. Kanada bukanlah negara Eropa, meskipun secara nilai-nilai demokrasi dan kebijakan publik, Kanada sejalan dengan banyak negara UE. Proses bergabung dengan UE melibatkan pembukaan 35 bab negosiasi, yang mencakup berbagai aspek seperti sistem peradilan, peraturan perdagangan, dan standar lingkungan.

Saat ini, Kanada dan UE sudah memiliki hubungan dagang yang kuat melalui Perjanjian Perdagangan Bebas Kanada-UE (CETA), yang telah menghapus sekitar 98% tarif antara kedua pihak. Perjanjian ini telah meningkatkan perdagangan bilateral lebih dari 60% sejak ditandatangani pada tahun 2017. Namun, beberapa masalah, terutama terkait sektor pertanian, masih perlu diselesaikan.

Di sisi lain, hubungan Kanada dengan AS tetap kompleks. Kanada mengekspor lebih dari 75% barang dan jasanya ke AS, menjadikan negara tetangga ini sebagai mitra dagang terbesar. Namun, kebijakan Trump telah memicu kekhawatiran di Kanada tentang ketergantungan yang berlebihan pada pasar AS.

Dalam situasi politik yang tidak menentu ini, Kanada tampaknya sedang mempertimbangkan berbagai opsi. Meskipun bergabung dengan UE mungkin bukan prioritas utama saat ini.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here