
MILITER Israel melancarkan gelombang serangan ke Lebanon selatan, Senin (23/3) termasuk menghancurkan jembatan penting Qasmiyeh di dekat kota Tirus.
Israel mengklaim infrastruktur tersebut digunakan milisi Hizbullah untuk mobilisasi pasukannya.
Sementara itu serangan besar-besaran rudal Iran berlangsung pada akhir pekan 21-22 Maret 2026, di mana sejumlah rudal yang lolos dari sergapan sistem pertahanan berlapis Israel menghantam area pemukiman di Dimona, Israel Selatan, dan menyebabkan setidaknya 23 orang luka-luka.
Serangan Iran, yang diklaim sebagai balasan atas operasi Israel sebelumnya, menyasar wilayah selatan yang berdekatan dengan fasilitas nuklir utama Israel, Dimona meningkatkan risiko konflik yang lebih luas.
Sebaliknya koalisi AS dan Israel terus menyasar situs-situs peluncuran rudal balistik Iran dan memburu tokoh-tokoh kunci rezim pemerintah Iran di bawah Pemimpin Tertiggi Mojtaba Khamenei yang juga misterus keberadaaannya setelah sebelumnya dilaporkan terluka.
Harga minyak terus melonjak
TREND harga minyak mentah terus bergejolak naik setelah Iran mengancam akan menutup Selat Hormuz tanpa batas waktu merespons ultimatum Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Sementara itu, Goldman Sachs, Jumat lalu (20/3) memperkirakan harga minyak yang tinggi dapat bertahan hingga 2027.
Minyak mentah Brent, patokan global, naik 1,69 persen menjadi sekitar 114,09 dollar AS per barrel pada pembukaan perdagangan. Di samping itu, harga minyak mentah AS naik 2 persen menjadi 100,29 dollar AS.
Akhir pekan ini, Trump mengatakan, Amerika Serikat akan menghancurkan pembangkit listrik Iran jika Selat Hormuz tidak dibuka kembali pada Senin malam.
Sebagai tanggapan, jika Trump melakukan hal tersebut, Iran akan menutup sepenuhnya Selat Hormuz dan tidak akan membukanya kembali sampai semua pembangkit listrik yang hancur dibangun kembali.
Iran juga mengatakan akan menargetkan infrastruktur energi dan komunikasi AS dan Israel di kawasan tersebut.
Perang di Iran, yang memasuki pekan keempat, telah menyebabkan gangguan besar pada pasokan minyak. Hal tersebut terutama karena penutupan efektif selat tersebut, yang merupakan jalur pengiriman minyak tersibuk atau 20 persen dari perdagangan minyak dunia.
Harga minyak mentah yang tinggi juga mendorong harga bensin lebih tinggi dialami warga AS. Harga rata-rata satu galon bensin di AS mencapai 3,94 dollar AS pada hari Minggu, naik hampir satu dollar sejak awal perang.
Harga BBM di AS juga naik
Kepala analisis perminyakan di GasBuddy, Patrick De Haan, mengatakan, satu galon bensin bisa mencapai 4 dollar AS pada hari awal pekan ini. Menurut dia, harga gas akan lambat pulih bahkan setelah perang berakhir .
“Prosesnya akan berjalan sangat lambat selama ini terus berlanjut karena dibutuhkan waktu lebih lama bagi pasar global untuk pulih,” kata dia, dikutip dari CNN, Senin (23/3).
Sementara itu, Menteri Keuangan Scott Bessent mengatakan, warga AS akan memilih harga yang naik sementara jika itu berarti perdamaian selama beberapa dekade di Timur Tengah.
Di sisi lain, kontrak berjangka saham juga turun pada pembukaan perdagangan hari Minggu. Kontrak berjangka indeks Dow turun 0,6 persen, atau 237 poin.
Kontrak berjangka S&P 500 turun 0,6 persen, sedangkan kontrak berjangka Nasdaq turun 0,8 persen.
Sampai hari ke-24 perang, belum tampak ada tanda-tanda ada pihak yang ingin berdamai (CNNI/ns)




