JEMBER, KBKNews.id – Jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan bus pariwisata di jalur Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, bertambah dari delapan menjadi sembilan orang. Tambahan korban adalah Betty, seorang perawat, yang sempat kritis sebelum akhirnya meninggal di RS Bina Sehat Jember, Selasa (16/9/2025) pukul 17.58 WIB.
Direktur RS Bina Sehat Jember, dr Faida, menjelaskan bahwa Betty sebenarnya sudah dijadwalkan menjalani operasi. Namun, kondisinya memburuk sehingga operasi terpaksa ditunda. Betty skhirnya mengembuskan napas terakhir sebelum masuk ruang operasi.
“Saya sudah meminta tim operasi dan kamar operasi untuk tetap siaga apabila sewaktu-waktu akan dilakukan operasi, namun takdirnya lain. Kami baru selesai tahlil untuk delapan korban, kini Betty juga meninggal,” tuturnya.
Sebelumnya, Betty sempat dirawat di RSUD dr Moh. Saleh Probolinggo karena kondisi belum stabil. Ia kemudian dipindahkan ke RS Bina Sehat Jember dengan fasilitas transportasi medis lengkap, didampingi dokter dan perawat. Namun takdir berkata lain, nyawanya tak tertolong.
Rumah sakit juga mengoreksi informasi awal yang menyebut Betty sedang hamil. Hasil USG memastikan ia tidak dalam kondisi mengandung.
Data korban meninggal dunia akibat kecelakaan maut kendaraan bus pariwisata di jalur Gunung Bromo yakni Bela Puteri Kayila Nurjati (10), Hendra Pratama (37), Arti Wibowati (34), Wardatus Soleha (35), Aiza Fahrani Agustin (7), Desi Eka Agustini (33), dan Nasha Azkiya Naygara (14), Hesti Purba Wredhamaya (39), dan Betty.
Dari sembilan korban meninggal tersebut, ada satu keluarga yang menjadi korban yakni cleaning service RS Bina Sehat bernama Hendra Pratama bersama istrinya Wardatus Soleha dan putrinya Aiza Fahrani Agustin.
Hasil Olah TKP: Tidak Ada Jejak Rem Bus
Hasil investigasi Traffic Accident Analysis (TAA) Polda Jawa Timur menyatakan tidak ditemukan jejak pengereman di lokasi kejadian.
Direktur Lalu Lintas Polda Jatim, Kombes Pol Iwan Saktiadi, menyebut bus menabrak dinding tebing sisi kanan dengan keras, menyebabkan kerusakan parah pada bodi serta kaca pecah.
“Di lokasi tidak ditemukan jejak pengereman. Bus menabrak dinding tebing sisi kanan jalan dengan benturan cukup keras. Korban meninggal umumnya duduk di sisi kanan bus,” kata Iwan di Surabaya, Selasa (16/9/2025).
Bus dengan nomor polisi P 7221 UGI itu diperkirakan melaju 64–80 km/jam sebelum menghantam tebing. Dari sisi administrasi, bus dinyatakan lengkap surat-suratnya, laik jalan, serta sopir dalam kondisi sehat dan bebas dari obat-obatan terlarang.
Namun, kepolisian masih menunggu pemeriksaan teknis dari pabrikan Hino terkait sistem rem. Saat ini, sembilan orang luka berat masih dirawat di RS Bina Sehat Jember, sementara sebagian korban luka ringan sudah dipulangkan.
“Pengemudi bus bernama Al Bahri saat ini juga masih dirawat karena mengalami retak pada tangan sebelah kiri, sedangkan kernet bus, Mergi, selamat dari insiden tersebut,” ujarnya, seperti diberitakan Antara.
Penyelidikan melibatkan KNKT dan Mabes Polri. Polisi juga telah memeriksa sembilan saksi, terdiri atas penumpang selamat dan warga sekitar lokasi. Potensi penetapan tersangka masih menunggu hasil pemeriksaan lengkap.




