Perbatasan Macedonia-Yunani Terus Disesaki Pengungsi

Pengungsi Suriah/AFP

SKOPJE-Memasuki bulan Maret ini, jumlah pengungsi yang antri untuk pergi ke Eropa tengah dan utara meningkat di perbatasan Yunani dengan Makedonia

Hari Rabu (2/3) kemarin perbatasan kembali dibuka sesekali. Otoritas Yunani mengizinkan 170 orang pergi meninggallkan perbatasan.

“Ada lebih dari 10.000orang di sini dan kondisi yang sangat buruk,” kata Antonis Rigas dari Medicins Sans Frontieres dikutip dari The Star, Kamis (03/3).

Jika terus bertambah tidak menutup kemungkinan keamanan di perbatasan menjadi tidak terkendali.

“Kami khawatir jika migran melebihi angka 12.000 situasi mungkin keluar tak terkendali,”ujarnya.

Sedangkan, pihak berwenang Macedonia sendiri tidak terlalu bermasalah mereka lebih membela. “Hal ini sangat penting untuk mengamankan perlakuan yang manusiawi dan mengakui orang-orang ini, tapi tidak kalah penting kami melindungi warga Macedonia dan polisi,” ujar Menteri Dalam Negeri Oliver Spasovski, kepada wartawan di Skopje.

Uni Eropa telah menyerukan pertemuan darurat dengan Turki pada tanggal 7 Maret, berharap melaksanakan kesepakatan pada distribusi pengungsi dan migran yang melarikan diri konflik dan kemiskinan di Timur Tengah, Afrika Utara dan sekitarnya.

 

Seperti diketahui, tahun lalu lebih dari satu juta orang mengungsi dari Suriah, Irak dan Afghanistan masuk ke Eropa. Sedagkan, saat ini sudah sekitar 131.000 orang telah mencapai Eropa.

Advertisement