SANAA—Setahun konflik di Yaman telah menyebabkan sekitar 3,4 juta wanita usia reproduksi berada dalam situasi berisiko. Mereka berada di kisaran usia 15 hingga 49 tahun. Perlu ada upaya serius untuk melindungi kelompok rentan ini. Demikian dikemukakan United Nations Population Fund (UNFPA).
Dari mereka jumlah di atas, 500 ribu di antaranya sedang hamil dan akan melahirkan dalam waktu dekat. Kurangnya pelayanan kesehatan reproduksi bisa menyebabkan sekitar 1.000 kematian ibu di antara 68.000 wanita hamil yang berisiko.
“Perempuan dan anak perempuan tidak memiliki akses ke bantuan kemanusiaan, termasuk pelayanan kesehatan reproduksi,,” kata perwakilan UNFPA Yaman Lene K. Christiansen dalam siaran persnya, Jumat (1/4/2016).
Dia menekankan, bahkan sebelum terjadi konflik, kondisi wanita hamil di Yaman sangat mengkhawatirkan. Sampai saat ini, UNFPA telah mendukung 38 rumah sakit di Yaman, baik dengan peralatan kesehatan reproduksi, obat-obatan, dan perlengkapan. UNFPA juga telah menyediakan lebih dari 100 ribu paket perlengkapan khusus wanita.




