Peringatan BMKG: Potensi Hujan Lebat dan Banjir di Maluku Utara

Ilustrasi cuaca ekstrem. (Foto: Shutterstock)

TERNATE – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas I Sultan Baabullah Ternate mengeluarkan peringatan cuaca ekstrem bagi wilayah Maluku Utara selama periode 14–21 November 2024.

Kepala BMKG Sultan Baabullah Ternate, Sakimin di Ternate, Kamis, mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak dari fenomena hidrometeorologi, seperti angin kencang dan banjir, yang dapat terjadi dalam satu minggu ke depan akibat peningkatan aktivitas siklon tropis di sekitar wilayah tersebut.

“Saat ini terdapat siklon tropis Usagi yang terpantau di sebelah timur laut Filipina dan siklon tropis Man-Yi, serta adanya pertemuan massa udara di wilayah Maluku Utara,” ujarnya dilansir dari Antara.

Kondisi ini, lanjut Sakimin, memicu pertumbuhan awan konvektif yang meningkatkan potensi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat secara fluktuatif, terutama pada siang, sore, malam, dan dini hari.

Dia menyebut BMKG telah mengeluarkan rilis perkiraan cuaca periode 14–21 November 2024. Pada 14–15 November 2024, potensi hujan sedang hingga lebat di Kabupaten Pulau Morotai, Halmahera Utara, Halmahera Barat, Halmahera Timur, Halmahera Tengah, Tidore Kepulauan, Kota Ternate, Halmahera Selatan, dan Pulau Taliabu.

Pada 16–17 November 2024 potensi hujan sedang hingga lebat di Kabupaten Halmahera Barat, Halmahera Timur, Halmahera Tengah, Tidore Kepulauan, Halmahera Selatan, Kepulauan Sula, dan Pulau Taliabu.

Sedangkan pada 18–20 November 2024 potensi hujan sedang hingga lebat di Kabupaten Pulau Morotai, Halmahera Utara, Halmahera Barat, Halmahera Timur, Halmahera Tengah, Tidore Kepulauan, Kota Ternate, Halmahera Selatan, Kepulauan Sula, dan Pulau Taliabu.

Oleh karena itu, kata Sakimin, BMKG meminta masyarakat serta pemerintah daerah (Pemda) memastikan kesiapan infrastruktur, pengelolaan sumber daya air, dan mitigasi bencana untuk menghadapi potensi banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang.

“Masyarakat diimbau untuk mengenali potensi bencana di lingkungan masing-masing serta mengurangi risiko dengan menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah sembarangan,” tuturnya.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here