DEPOK – Sanggar Suluk Nusantara dan Dompet Dhuafa kembali berkolaborasi menampilkan pentas seni dan budaya dalam memperingati Hari Ibu. Acara digelar di Sanggar Suluk Nusantara Depok, Kamis (23/12/2021).
Pendiri Dompet Dhuafa, Parni Hadi, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa setiap hari adalah hari Ibu, bukan hari ini saja, baginya Ibu adalah Tuhan yang kelihatan.
“Bagi saya setiap hari adalah hari Ibu, everyday is mother day, ibu bagi saya adalah lambang kasih sayang, hidup tanpa kasih sayang, lovelible, ibu adalah Tuhan yang kelihatan,” ucap Parni Hadi.
Seorang ibu adalah cerminan kasih sayang, karena kasih sayang Ibu adalah segalanya, hal tersebut sejalan dengan sabda Rasulullah, siapa yang paling kamu hormati, Ibumu, Ibumu, Ibumu.
Di tempat yang sama, pegiat budaya, Trusty Mulyono menjelaskan dalam diskusinya mengenai peran perempuan dalam pengembangan budaya.
“Budaya itu sangat luas sekali, untuk saya mengalir saja, cara makan, cara duduk itu silo, itu budaya, karena para wanita itu yang mengasuh anak, itu sudah budaya, budaya yang namanya tari jawa itu diluar negeri sangat dikagumi,” ucapnya.
Wanita yang mulai menari dari zaman Soekarno ini mengatakan kalau budaya tari khususnya sudah mulai dipelajari, namun jangan sampai kita kehilangan jati diri,
“Karena kita pengennya modern jadi ngambil dari luar tetapi jati diri kekhasannya jangan sampai hilang,” ucap Trusti yang juga Pembina Suluk Nusantara.
Acara dilanjutkan dengan potong tumpeng untuk 2 perwakilan pendahulu, Eyang Sumarni dan perwakilan dari Pemuda, Danur Retno Wulandari.
Selain itu ada pembagian kenang-kenangan dari Dompet Dhuafa kepada Trusti Mulyono dan diiringi gendhing gebo giro laras pelog barang.
Sebelumnya ada penjelasan makna tumpengan dari ust Herman Budianto sebagai GM Budaya dan Pendidikan Dompet Dhuafa.
Tahap 1 syariat untuk menjalankan perintah kepada Allah SWT, kedua Tariqot, Hakikat dan Al Hubb.





