TALANG MAMAK – Ustad Abdul Somad dan Rombongan Tolong Talang 2020 menyusuri Dusun Lemang, Air Bomban, Sadan, dan Suit selama 18-21 Februari 2020, untuk mengetahui masalah utama masyarakat disana.
Program “Tolong Talang 2020” diikuti oleh Dompet Dhuafa, LAZIS DDII, YBM PLN, Baznas Provinsi Riau, Komunitas My Trip My Dakwah, FPI, Yayasan Muara, dan Sahabat UAS. Semua lembaga berkontribusi dalam bentuk bantuan bahan sembako, biji holtikultura, alat kebersihan dan kesehatan, sunatan massal, buku Iqra’, dan layanan kesehatan gratis.
Perjalanan dimulai dari Pekanbaru setelah Subuh hari Selasa, 18 Februari 2020 menuju Pangkalan Kerinci untuk Tabligh Akbar penggalangan dana Tolong Talang 2020, lalu dilanjutkan Tabligh Akbar di Pematang Rebah dan berakhir di Belilas. Setelah itu UAS meluncur menuju Seberida dilanjut ke Dusun Lemang Desa Rantau Langsat, area yang masih bisa dijangkau dengan perjalanan darat.
Di Masjid Al-Muhajirin Dusun Air Bomban pada malam hari, setelah Magrib sampai Isya, UAS mengajar anak-anak mengaji. Dan setelah Subuh UAS menyampaikan tausiyah dengan metode tadabbur ayat al-Qur’an.
Dalam Tausiyah setelah Subuh hari Kamis UAS menekankan agar semua lembaga dan person yang menjadi peserta Tolong Talang 2020 agar selalu solid dalam menolong Suku Talang dengan landasan takwa dan berserah diri kepada Allah. Jangan bercerai dan bergerak sendiri-sendiri. Kita akan lemah. Kerja tak selesai.
Pagi hari UAS menyertai anak-anak dari Air Bomban berjalan kaki ke sekolah mereka di Dusun Sadan. UAS dan rombongan berjalan selama sekitar 1 jam. Dalam perjalanan, UAS harus menyeberang sungai, mendaki dan menuruni bukit. Badan UAS bercucuran keringat. Bahkan kaki dan pusar UAS ditempeli ‘pacet’. Darah mengalir. UAS hanya senyum melepas pacet yang sudah sangat gemuk setelah menyedot darah di telapak kakinya.
Perjalanan kali ini sangat berkesan. Dari Dusun Lemang, kampung yang masih sampai kendaraan darat, menuju Dusun Air Bomban, UAS harus menaiki boat bermesin 15 PK dengan kapasitas 400 Kg hampir 4 jam. Arus air deras dan dalam. Warnanya keruh. Awan mendung.
Di tengah perjalanan, UAS dan tim harus turun, karena batu besar yang menjadi tanjakan di tengah sungai Batang Gansal mengalirkan air yang sangat deras. Boat tak kuat. Semua penumpang turun. Tali penambat boat ditarik tenaga manusia dan mesin boat dinyalakan oleh nahkoda untuk mendorong. “Sejak tahun 2017 sudah lima kali kami ke Talang Mamak, baru kali ini mengalami arus air sederas ini”. Tukas UAS singkat.
Tiga hari berada di pedalaman Suku Talang Mamak jauh dari hiruk pikuk kesibukan dunia dan ting tang ting tong suara HP, tidur UAS sangat nyenyak dan makan dengan lahap. Meskipun mandi dengan air sungai yang keruh, UAS mandi sampai 3 kali sehari di sungai.
Malam terakhir, Tim Tolong Talang 2020 menggelar Bincang Adat untuk mengetahui fakta terkini dan mencarikan solusi bagi Suku Talang. Semua peserta ikut bermusyawarah di masjid Al Muhajirin Dusun Air Bomban.
Sebagian masyarakat Suku Talang Mamak masih berpegang kuat dengan adat dan beragama dengan islam. Namun mereka menyebutnya dengan nama islam langkah lama.
Dalam islam langkah lama, ada kebiasaan negatif masyarakat Suku Talang Mamak. Mereka punya banyak pesta, lahiran pesta, khitanan pesta, menikah pesta, meninggalpun pesta.
Dalam pesta mereka ada perjudian. Perjudian ini menjadi ajang perputaran dana sekitar Rp 15 juta. Ini bisa memiskinkan mereka.
Diantara yang paling menghambat pengislaman Suku Talang, rumah orang Talang ada 3 ruang. Setiap ruang punya fungsi terpisah. Kalau anggota rumah ada yang masuk islam, mereka tak boleh berinteraksi dengan keluarga mereka di rumah mereka. Harus berada di ruang terpisah.
Untuk kemajuan dakwah ke depan, diperlukan dai yang paham agama dan menguasai adat dengan baik, agar lebih banyak masyarakat yang diajak muallaf kepada agama islam sesungguhnya. Kaderisasi dai dari suku Talang Mamak sendiri mutlak harus dilakukan.
Pagi Jum’at, setelah shalat Subuh, UAS kembali menyampaikan taushiyah, agar semua person dan lembaga yang terlibat Program Tolong Talang melepaskan ego masing-masing, istiqomah, dan jangan tinggalkan perjuangan sampai akhir daya yang bisa dibuat, demikian dilaporkan Alnofiandri Dinar, dari tim Tolong Talang.





