JENEWA–Utusan Khusus PBB untuk Suriah Staffan de Mistura akan mengumpulkan kembali pihak-pihak terkait di Suriah untuk duduk bersama dalam perundingan damai. Rencananya, pertemuan tersebut akan digelar pada 16 Mei mendatang.
Melalui perundingan ini, De Mistura berharap kesepakatan yang dicapai pekan lalu di Astana antara Turki, Rusia dan Iran mengenai pembentukan empat zona “de-eskalasi” akan sepenuhnya dilaksanakan. “Dalam putaran ini dan berikutnya, dia melihat ke depan untuk mengintensifkan kerja kerja perundingan dalam konteks keseluruhan kerangka resolusi Dewan Keamanan yang relevan, khususnya resolusi 2254 (2015),” demikian pernyataan dari kantor Utusan Khusus PBB untuk Suriah yang dilansir Anadolu, Selasa (9/5/2017).
Resolusi tersebut mendukung sebuah peta jalan untuk perdamaian di negara yang dilanda perang tersebut dan menetapkan sebuah jadwal untuk pembicaraan. “Persiapan untuk perundingan terus berlanjut, Utusan khusus mengulangi harapannya bahwa kesepakatan yang dicapai pekan lalu di Astana di antara para penjamin gencatan senjata yang diumumkan pada tanggal 29 Desember 20016 akan dilaksanakan secara penuh,” tambahnya.
De Mistura dijadwalkan untuk menjelaskan kepada Dewan Keamanan PBB pada bulan Mei nanti.
Tragedi kemanusiaan yang berlangsung selama perang enam tahun Suriah telah merenggut nyawa ratusan ribu orang dan mengungsikan jutaan orang, memicu krisis pengungsian dengan konsekuensi regional dan global.





