Perjuangan Ibu Nurhayatin Dampingi Fatah, 9 Tahun Melawan Hidrosefalus dan Epilepsi

JAKARTA, KBKNEWS.id — Selama sembilan tahun, Nurhayatin (46) tak pernah berhenti mendampingi putranya, Fatahilah (9), yang memiliki kondisi hidrosefalus, epilepsi, dan sejumlah komplikasi medis.

Warga Kampung Lengkong Barang, Desa Iwul, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor, itu harus melewati berbagai ujian sejak Fatah masih bayi. Saat berusia empat bulan, Fatah mulai menunjukkan kondisi yang membutuhkan penanganan medis. Ia kemudian mengalami demam tinggi, kejang berulang, bahkan sempat koma ketika berusia 1,5 tahun.

Dalam perjuangannya, Fatah telah menjalani empat kali operasi besar, termasuk pemasangan shunt dan operasi hernia.

“Ini keistimewaan. Saya tetap bersyukur, tetap sayang sama Fatah seperti saya sayang nyawa saya sendiri. Saya bisa kuat karena dukungan Fatah. Bukan cuma saya yang berjuang, Fatah juga berjuang, dia ingin hidup,” ujar Nurhayatin.

Di tengah beratnya biaya pengobatan, keluarga Nurhayatin mendapat pendampingan dari RS Rumah Sehat Terpadu (RST) Dompet Dhuafa di Parung, Bogor. Fatah menjadi salah satu pasien penerima manfaat dengan masa pendampingan terlama di poli anak, yakni selama sembilan tahun.

RST membantu memenuhi kebutuhan pengobatan Fatah, mulai dari pemeriksaan rutin, obat-obatan, rujukan, ambulans, hingga dukungan gizi dan susu khusus.

Menurut dr. Winda Setyawati, Sp.A, pendampingan gizi turut membantu meningkatkan kondisi Fatah. Kini, kejangnya lebih teratasi, ia tidak mudah terkena infeksi, dan berat badannya bertambah.

Nurhayatin berharap dapat terus diberi kesehatan agar mampu mendampingi Fatah dan anak-anaknya. Baginya, setiap perkembangan kecil Fatah adalah alasan untuk terus bertahan dan bersyukur.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here