PAPUA – Serangan kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) dilaporkan telah menewaskan sedikitnya 24 pekerja di Papua.
Kapendam 17 Cenderawasih, Kolonel Infantri Muhammad Aidi, mengatakan pasukan gabungan polisi dan tentara di Papua sedang bergerak dari Wamena di Jayapura ke Yigi, Nduga untuk memastikan laporan tersebut pada Selasa (4/12/2018).
“Informasi yang diterima baru satu arah melalui Radio SSB pada hari Senin (3/12/2018), dari tokoh gereja di Yigi yaitu Pendeta Wilhelmus Kogoya, bahwa telah terjadi pembunuhan pekerja bangunan jembatan Kali Yigi – Kali Aurak di distrik Yigi, kabupaten Nduga,” ujar Muhammad Aidi, dilansir VOA Indonesia.
Namun menurutnya laporan ini belum dapat di-cross-check karena di sana tidak ada sinyal telekomunikasi dan listrik, sementara diperlukan waktu sekitar delapan jam untuk pasukan yang telah dikirim dapat mencapai Yigi dari Waimena.
Sementara Kabidhumas Polda Papua Kombes Pol. Ahmad Musthofa Kapal mengatakan berdasarkan informasi dari masyarakat di lokasi, “kelompok kriminal itu sedang merayakan upacara HUT OPM (Organisasi Papua Merdeka.red) di distrik Yigi. Kemudian salah seorang pekerja ada yang mengambil foto upacara. Melihat itu mereka marah sehingga membantai pekerja-pekerja itu.”
Menurut keterangan tersebut, hingga saat ini korban belum bisa dievakuasi karena masih dijaga anggota kelompok kriminal tersebut. Sepuluh pekerja dilaporkan berhasil melarikan diri, dua orang kini berada di distrik Mbua dan delapan lainnya di distrik Yal.





