JAKARTA, KBKNews.id – Rektor Universitas Indonesia (UI), Prof Heri Hermansyah mengungkapkan kampus yang dipimpinnya berpotensi membebaskan mahasiswa reguler dari kewajiban membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT). Syaratnya mampu meraih pendapatan sebesar Rp700 miliar dari optimalisasi aset yang dimiliki UI.
“Jika aset-aset UI bisa dikelola dengan maksimal dan menghasilkan pendapatan hingga Rp700 miliar, maka UKT untuk mahasiswa reguler bisa digratiskan,” ujar Heri seperti dikutip dari Antara, Selasa (29/7/2025).
Heri diketahui merupakan salah satu penerima beasiswa Dompet Dhuafa pada 1997 hingga kuliahnya selesai.
UI memiliki aset berupa lahan seluas sekitar 320 hektare di Depok, serta aset strategis lainnya di kawasan Jakarta seperti Salemba, Ciputat, dan Otista. Heri menjelaskan bahwa aset-aset tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendukung pendanaan pendidikan tinggi tanpa membebani mahasiswa.
Ingin Buka Akses Tol ke UI
Salah satu rencana konkret UI adalah mengembangkan kawasan kampus dengan membuka akses tol langsung serta membangun area komersial seperti kawasan SCBD. UI bahkan telah mengajukan izin ke Kementerian PUPR agar tol lingkar selatan bisa memiliki akses langsung ke kampus dan rumah sakit UI.
Heri memastikan bahwa proyek ini tidak akan berdampak pada masyarakat sekitar karena seluruh lahan merupakan milik UI.
Tak hanya dari sisi aset fisik, Heri juga menyoroti kekuatan sumber daya manusia UI, yang kini memiliki 700 profesor dan ribuan pemegang gelar doktor dari berbagai disiplin ilmu. Menurutnya, jika seluruh potensi ini digerakkan, UI bisa menjadi institusi dengan kekuatan luar biasa.
Gratiskan Biaya Kuliah untuk Tenaga Kependidikan di UI
Langkah awal untuk merealisasikan kuliah gratis sudah dilakukan, salah satunya dengan dikeluarkannya Surat Keputusan Rektor tentang program bebas biaya kuliah bagi anak-anak dari tenaga kependidikan dan dosen UI yang lolos seleksi masuk melalui UTBK. Heri telah meminta agar data penerima manfaat program ini segera diinventarisasi.
“Program ini adalah bentuk kepedulian kami terhadap tenaga pendidik dan kependidikan di lingkungan UI, serta komitmen untuk memperluas akses pendidikan,” kata Heri.
Ke depan, program kuliah gratis ini akan diperluas secara bertahap kepada masyarakat luas apabila dana abadi UI berhasil mencapai angka pengelolaan sebesar Rp15 triliun hingga Rp20 triliun.
UI saat ini tengah mendorong pengumpulan dana abadi melalui tiga skema utama: dana kelolaan untuk Tri Dharma Perguruan Tinggi, dana khusus seperti beasiswa, dan dana temporer yang hasilnya tetap digunakan untuk pendidikan.
Inisiatif kuliah gratis di era kepemimpina Heri ini juga sejalan dengan program Asta Cita Presiden Prabowo yang disampaikan saat kampanye Pilpres 2024. Heri menegaskan bahwa program tersebut akan terus ditingkatkan dan membutuhkan dukungan dari berbagai pihak demi mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Sebagai bagian dari komitmen terhadap pendidikan inklusif, UI juga terus menjalankan berbagai program beasiswa, seperti untuk mahasiswa dari wilayah 3T (tertinggal, terluar, terdepan), rencana beasiswa Transmigrasi Patriot yang bekerja sama dengan Kementerian Transmigrasi, serta berbagai beasiswa reguler baik dari UI sendiri, kementerian/lembaga, maupun mitra luar negeri.





