JAKARTA, KBKNEWS.id — Anak-anak penyintas banjir di Aceh mendapatkan pembelajaran tentang kebencanaan melalui kegiatan Pesantren Kilat yang digelar Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa di Dusun Lhok Pungki, Desa Gampong Gunci, Kecamatan Sawang, Aceh Utara, Sabtu (7/3/2026).
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari di area pengungsian ini berisi berbagai materi, mulai dari sejarah bencana di Aceh, pengenalan kesiapsiagaan bencana, hingga refleksi tentang pentingnya menjaga lingkungan.
Staf Mitigasi dan Diklat Bencana DMC Dompet Dhuafa, Abdul Azis, mengatakan kegiatan ini bertujuan menanamkan pengetahuan kebencanaan sejak dini kepada anak-anak agar tumbuh kesadaran untuk selalu siap menghadapi potensi bencana.
“Lewat pesantren kilat kebencanaan ini diharapkan menjadi wadah refleksi diri tentang keterkaitan kondisi alam dan potensi bencana. Mudah-mudahan sikap kesiapsiagaan terhadap bencana bisa terbentuk, mulai dari bagaimana kita menjaga alam,” ujar Abdul Azis.
Selain memberikan edukasi kebencanaan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mengisi aktivitas anak-anak yang masih tinggal di pengungsian selama bulan Ramadan. Kepala Dusun Lhok Pungki, Firmadi, menilai kegiatan tersebut penting untuk membantu anak-anak membangun ketahanan mental setelah mengalami bencana.
“Yang paling penting adalah bisa menghilangkan rasa takut akibat kejadian bencana sebelumnya. Sekarang meskipun masih tinggal di tenda, anak-anak jauh lebih ceria,” kata Firmadi.
Selain mengikuti materi kebencanaan, anak-anak juga mengikuti berbagai kegiatan keislaman dan lomba, seperti lomba pidato dan menghafal Al-Qur’an. Kegiatan serupa juga digelar DMC Dompet Dhuafa di hunian sementara Kampung Rejewali, Kecamatan Ketol, Aceh Tengah, yang juga terdampak banjir pada akhir 2025 lalu.
Melalui kegiatan ini, anak-anak diharapkan tetap memiliki ruang untuk belajar dan bermain meski masih berada di pengungsian.





