JAKARTA, KBKNEWS.id — Suasana berbeda terasa di Shelter Sehati Dompet Dhuafa, Kelurahan Johar Baru, Jakarta Pusat, pada Sabtu (7/3/2026).
Masterofceremony.id (MC.ID) menghadirkan keceriaan melalui program Pesantren Kilat Ramadan bagi para “Pejuang Sehat”, yakni pasien yang tengah berikhtiar menjemput kesembuhan.
Kegiatan ini tidak sekadar kunjungan biasa. MC.ID menggelar pelatihan singkat menjadi Master of Ceremony (MC) serta berbagai permainan interaktif yang bertujuan membangkitkan kembali kepercayaan diri para pasien dan pendamping. Di tengah perjuangan melawan sakit, sesi refleksi dan doa bersama di bulan Ramadan menjadi penyejuk hati bagi mereka yang jauh dari kampung halaman.
Salah satu penghuni shelter, Refa Anjani (21), yang sedang berjuang melawan penyakit autoimun, mengaku bersyukur dapat mengikuti kegiatan tersebut.
“Bersyukur banget bisa bertemu teman seperjuangan dan menambah pengetahuan juga,” ujarnya.
Founder MC.ID, Vicca Sagita, menjelaskan bahwa program yang biasanya menyasar sekolah dengan nama “3B Goes to School” kali ini bertransformasi menjadi “3B Goes to Shelter Sehati”.
Jargon 3B yang berarti Belajar, Berkarya, dan Bermakna dibawa langsung untuk memberikan semangat kepada para pasien dan pendamping yang mayoritas berasal dari luar Jabodetabek.
“Ini menjadi hal yang baru bagi kami. Kita berbagi dengan pasien dan pendamping yang mayoritas berasal dari luar Jabodetabek, jauh dari keluarga besar. MC.ID hadir untuk memberikan pengetahuan dan pengalaman baru agar mereka merasa tidak sendirian,” tutur Vicca.
Direktur Program Sosial, Kemanusiaan, dan Dakwah Dompet Dhuafa, Ahmad Shonhaji, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi tersebut. Menurutnya, kehadiran mitra seperti MC.ID dapat memberikan dukungan moral yang sangat berarti bagi para pasien.
Ia berharap kegiatan seperti ini terus menumbuhkan semangat berbagi serta memperkuat empati terhadap sesama. “Kita ikut merasakan empati, memberikan kegembiraan, dan menguatkan hati mereka. Pada akhirnya, kita semua mengharapkan keberkahan dari Allah Swt,” ujarnya.
Kebersamaan sederhana ini menunjukkan bahwa dukungan moral sering kali menjadi obat yang tak kalah penting dari pengobatan medis.
Di Shelter Sehati, para pejuang sehat diingatkan bahwa mereka tidak berjuang sendirian dan selalu ada harapan di tengah perjuangan menuju kesembuhan.





