BANDUNG- BPJS Kesehatan terus berusaha menambah jumlah peserta program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).
Tercatat hingga November 2016 jumlah peserta JKN-KIS berada di angka 171.048.623 juta jiwa dari berbagai segmen kepesertaan.Dari jumlah tersebut, hampir 24 juta peserta merupakan pekerja yang didaftarkan oleh pemberi kerjanya.
“Ini berarti lebih kurang 68% penduduk lndonesia telah menjadi peserta JKN-KIS,” ujar Direktur Kepesertaan dan Pemasaran BPJS Kesehatan Andayani Budi Lestari, dalam Forum Diskusi bertajuk “Bincang JKN-KIS bersama Andy F.Noya” bertemakan “Sinergi Kekuatan Bangsa Untuk Pertlndungan Pekerja ”di Bandung, seperti dilansir PR Rabu (14 /12 /2016).
Dari jumlah tersebut, lanjut Andayani, hampir 24 juta peserta merupakan pekerja yang didaftarkan oleh pemberi kerjanya. Untuk wilayah Jawa Barat, tercatatjumlah peserta sebanyak 28.414.936 jiwa, dan sejumlah 4.441.217 juta jiwa dari segmen Pekerja Penerima Upah Badan Usaha.
“Sehingga sampai dengan saat ini, secara nasional 24 juta pekerja Badan Usaha baik dari BUMN, BUMD, dan Badan Usaha Swasta telah dilindungi dalam jaminan kesehatan yang komprehensif melalui Program JKN-KlS. Kami berharap kesadaran bergotong-royong ini dapat kita tingkatkan sehingga pekerja yang belum menjadi Peserta JKN-KIS dapat segera didaftarkan untuk mendapatkan perlindungan kesehatan dalam program ini”, katanya.
Pada kesempatan ini Dr. lr. H Ahmad Hadadi M.Si, selaku Asisten Kesejahteraan Rakyat mengajak pemberi kerja untuk segera mendaftarkan seluruh Pekerja beserta keluarga menjadi peserta JKN KlS dalam rangka untuk memberikan kepastian perlindungan Jaminan Kesehatan bagi seluruh pekerja dan keluarga.





