Peta Masalah Pengungsi Rohingya dan Penyelesaiannya

0
212

Meski pemerintah Malaysia dan Indonesia telah bersepakat untuk
memfasilitasi penampungan bagi pengungsi Rohingya yang terdampar di
kedua negara, masih banyak persoalan yang harus diantisipasi, terutama
untuk menjamin keberlagsungan hidup mereka. Masa yang diberikan
pemerintah kedua negara kepada pengungsi Rohingya adalah satu tahun. Itu
artinya, kita harus memikirkan bagaimana kehidupan sosial-ekonomi
mereka selama di pengungsian. Lantas, bagaimana pula nasib mereka
setelah batas waktu waktu yang ditentukan.

Pemikiran-pemikiran di
atas mengemuka dalam sesi diskusi lembaga-lembaga kemanusiaan ASEAN di
selea-sela General Meeting II Southeast Asian Humanitarian Committe
(SEAHUM), di Aula MyCare, Kuala Lumpur, Rabu (21/5/2015). Dalam sesi
itu, ada beberapa masalah utama yang harus diselesaikan dalam membantu
kelompok Rohingya di pengungsian, baik dalam jangka pendek maupun jangka
panjang. “Kita membaginya ke dalam dua kelompok besar, yaitu respon
untuk memenuhi kebutuhan dasar selama di pengungsian, serta advokasi
yang terkait dengan advokasi di level kebijakan,” ujar ujar Wakil
Presiden SEAHUM, Muhammad Sabeth Abilawa.

Dari sisi respon, ada
masalah makanan, kesehatan, dan pendidikan, termasuk di dalamnya
penguatan kapasitas para pengungsi yang harus menjadi perhatian.“Dalam
setahun itu, siapa yang menjamin makanan sehari-hari mereka, bagaimana
dengan pendidikan anak-anak mereka. Kita tidak mungkin membiarkan mereka
di pengungsian tanpa kegiatan,” terang Sabeth.

Advertisement div class="td-visible-desktop">

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here