CIANJUR – Ayi Rahmat (35), penggagas Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Al-Ikhwan di Cianjur Jawa Barat mengatakan komitmen sangat penting untuk produk yang unggul dan mampu bersaing.
“Pemberdayaan pertanian dapat bertahan dan masih berlangsung selama 10 tahun, sudah luar biasa menurut kami, petaninya komitmen,” ungkap Ayi Rahmat, saat ditemui di Saung Kahadean Sentra Ternak Doka (Domba Kambing) Al-Ikhwan Desa Cikondang, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, Kamis (27/6/2019), dilaporkan Dhika Prabowo.
Sebelumnya didberitakan jika Ayi pertama kali bertemu dengan Dompet Dhuafa pada 2007, ketika bergabung menjadi relawan bencana longsor yang menimpa Kota Santri tersebut.
Hingga di 2009 sebagai Mitra Pendamping, ia memotivasi para anggota petani lokal untuk menghasilkan produk pertanian unggul dan bersaing, hingga lahirlah produk padi dengan kualitas tinggi khas Cianjur, juga beras hasil pertanian Gapoktan Al-Ikhwan, yang kita kenal dengan nama ‘Beras Sae’.
“Kesuksesan Beras Sae itu inspirasi saya untuk mengembangkan program lain, yaitu membuat Program Pemberdayaan Ternak di 2016. Dulu pernah memulai beriringan dengan beras, tapi gagal dan itu bukan alasan,” lanjutnya.




