JAKARTA – Ketua Dewan Syuro Takmir Masjid Jogokariyan Ust Muhammad Jazir, ASP mengungkapkan jika petugas Amil Zakat bukan sekedar aspek organisatoris dan administratif, tetapi juga aspek ibadah.
Dalam Catatan Online Learning Program IMZ Day 2 pada Kamis, 25 Maret 2021
Ust Jazir menyampaikan jika banyak LAZ yang melengkapi amilnya dengan seragam dan kantor yang bagus untuk terlihat profesional, tetapi melupakan satu hal yang Allah sampaikan dalam ayat Al Quran.
“Khuz min amwaalihim sadaqtan tutahhiruhum wa tuzakkiihim bihaa wa salli ‘alaihim inna salaataka sakanul lahum; wallaahu Samii’un ‘Aliim” Ambillah zakat dari harta mereka, guna membersihkan dan menyucikan mereka, dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doamu itu (menumbuhkan) ketenteraman jiwa bagi mereka. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui,” ungkapnya.
Menurutnya, kadang-kadang petugas-petugas tampil bukan sebagai pendoa yang baik, tapi lebih kurang sebagai seperti petugas pajak degan seragamnya yang bagus, tapi tidak menampilkan kesan pendoa yang baik bagi pembayar zakat.
“Padahal zakat merupakan pendekatan ibadah, bukan pendekatan administratif dan organisatoris, itu kekeliruan yang banyak dilakukan. Tidak ada ustad yang mendoakan mereka dengan khusyuk dan baik, sehingga tidak mantab. Ini salah satu yang dirasakan oleh pembayar zakat, di Masjid Jogokaryan sajalah, di sana didoakan ustadnya. Terkesan dengan pelayanan doa yang dilakukan oleh petugas zakat. Kadang mereka minta
didoakan. Lebih dipentingkan layanan ibadah, dibandingkan organisatoris administratif. Untuk menenangkan ibadah di dalam hati. Disitu perlu hadirnya ustad untuk mendoakan,” paparnya.





