MADINAH – Enam jamaah haji Indonesia yang mengalami gangguan memori ataupun disorientasi waktu dan tempat juga dehidrasi menjalani perawatan di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Madinah, Arab Saudi.
Menurut data KKHI, hingga Kamis pukul 21.46 Waktu Arab Saudi atau Jumat pukul 01.47 WIB, keenam pasie berjenis kelamin perempuan dan berusia antara 60-70 tahun.
Mereka adalah Kiyarni binti Sutan Kholat, Khatijah binti Ibrahim, Wartiyah binti Wajik, Rusmiati binti Asram, Asma binti Mian, dan Daryati binti Abdul Latif.
Dokter yang bertugas, dr Noki Irawan Saputra, mengatakan jika para jemaah tersebut mengalami gangguan memori atas kejadian terkini. Namun mereka ingat dengan peristiwa pada dua hari ke belakang.
“Ada pasien alami gangguan memori atau pikun sejak siang. Kejadian yang lalu masih ingat dia. Pikun ini terjadi lantaran adanya lingkungan baru, suasana baru, teman baru hingg membuatnya stres. Nah stres itu jadi pencetusnya,” jelas Noki, di kantor KKHI Madinah, dikutip dari liputan6.com.
Menurutnya kondisinya bisa lebih parah saat di Mekah nanti, karena suasana di sana lebih ramai jelang puncak haji tiba. Karena itu perlu ada pengawasan khusus terhadap jemaah yang memiliki kondisi tersebut.
“Kita imbau untuk kelompoknya saling membantu, saling menjaga dan mengerti jika ada temannya yang memiliki kekurangan,” imbau Noki.
Karena jika tidak saling menjaga, jemaah yang berada di keramaian Kota Mekah dikhawatirkan akan hilang. Hal ini akan membuatnya bingung hingga menimbulkan kondisi yang rawan.
“Hilang, terus mutar-mutar cari jalan. Hingga akhirnya dehidrasi. Kita ingatkan teman sekamar agar mengawasi temannya yang punya kekurangan. Tidak boleh sibuk sendiri,” ujar Noki.





