
IRAN, poros perlawanan yang tersisa setelah satu per satu negara Arab menormalisasi hubungan dengan Israel agaknya bakal jadi target berikutnya yang diincar Amerika Serikat bersama negara Yahudi itu
Iran dan AS bertekad untuk menggagalkan ambisi nuklir dan pengaruh Iran di Timur Tengah, demikian pernyataan PM Israel, Benjamin Netanyahu saat bertemu Menlu AS, Marco Rubio, di Yerusalem, Minggu (16/2).
“Israel dan Amerika bahu-membahu melawan ancaman Iran. Kami sepakat, Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir dan agresi Iran di kawasan harus dihentikan,” kata Netanyahu.
Sementara Rubio mengatakan, setiap kelompok teroris, aksi kekerasan atau kegiatan yang mengguncang stabilitas, dan setiap ancaman terhadap perdamaian di kawasan Timur Tengah bermuara pada Iran.
Permusuhan antara Israel dan Iran telah berlangsung beberapa dekade, ditandai dengan sejumlah perang dan serangan yang dilakukan secara rahasia di darat, laut, udara, dan dunia siber.
Iran yang mengakui memperkaya uranium untuk tujuan damai, mendukung Poros Perlawanan terhadap Israel dan pengaruh AS di wilayah tersebut termasuk Hamas, Hizbullah di Lebanon, Houthi di Yaman, dan berbagai kelompok bersenjata di bawah bendera muslim syiah di Irak dan Suriah (NIIS)..
Konflik militer kecil-kecilan antara Iran bersama proksinya Hizbullah di Lebanon dan Houthi di Yaman dan Israel sudah sering terjadi dan bereskalasi di tengah Perang di Jalur Gaza antara Hamas dan Israel sejak 7 Okt., 2023.
Iran melancarkan serangan dengan lebih seratusan rudal ke wilayah Israel 13 April 2024 sebagai balasan atas tewasnya dua jenderal satuan khusus al Quds Garda Revolusi Iran (IRGC) di Damaskus, Suriah, akibat serangan udara Isarel pada 3 April 2024.
Serangan Iran kedua dilancarkan dengan 200-an rudal pada 3 Okt. 2024 sebagai balasan atas kematian pimpinan Hamas Ismail Haniyeh yang sedang bertamu di Teheran (31 Juli), sebaliknya Israel melancarkan serangan udara pada sejumlah situs militer Iran pada 26 Okt.
Netanyahu mengatakan, Israel telah memberikan “pukulan hebat” terhadap Iran sejak dimulainya perang di Gaza dan mengatakan bahwa dengan dukungan Presiden AS Donald Trump, “Saya yakin kami bisa dan akan menyelesaikan tugas ini.”
“Saya ingin meyakinkan semua pihak yang kini mendengarkan kami bahwa Presiden Trump dan saya bekerja sama dan berkoordinasi secara penuh,” ujar Netanyahu.
Sehari sebelumnya, Israel menerima kiriman bom MK-84 yang berbobot hampir satui ton, setelah Trump mencabut pemblokiran yang dilakukan pemerintahan Presiden Joe Biden sebelumnya.
Sebaliknya Iran selama ini telah mempertahankan program nuklirnya dan tidak akan ragu untuk terus melanjutkan program itu, kata Jubir Kemlu Iran, Esmaeil Baghaei, Senin (17/2).
Baghaei menegaskan hal itu sehari setelah Israel dan AS berjanji untuk menggagalkan ambisi nuklir Iran.
“Program nuklir untuk tujuan damai Iran sedang berlangsung, dan telah berlangsung selama tiga dekade terakhir sesuai hak Iran sebagai anggota dalam Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir. Kami sama sekali tidak akan menunjukkan kelemahan ,” ujarnya.
Iran saat ini menjadi negara terdepan perlawanan terhadap Israel setelah Mesir menandatangani Kesepakan Camp David pada 1978, diikuti Yordania pada 1993, lalu normalisasi hubungan diplomatik Bahrain, Uni Arab Emirat , Sudan dan Maroko berdasarkan Kesepakatan Abraham pada 2020.
Suriah yang sebelumnya adalah salah satu negara terkuat di kawasan, disibukkan dengan perang saudara berkepanjangan sejak 2013, sedangkan Irak sudah dilemahkan sejak Perang Teluk I (Agustus 1990 – Januari 1991) dan Perang Teluk II (2003 berujung penangkapan Presiden Saddam Hussein.
Perimbangan Kekuatan
Menurut catatan Global Firepower 2024, anggaran militer Israel bertengger pada posisi ke-19 sebesar 24,4 milyar dollar AS (setara Rp385 triliun), sedangkan Iran pada urutan ke- 33 sebesar 9,95 milyar dollar AS (sekitar Rp156,7 triliun).
Dikepung dan berseteru dengan negara-negara Arab sejak merdeka 1948, pasukan pertahanan Israel (IDF) terus diperkuat, dan didukung teknologi dan juga negara-negara Barat terutama AS, Israel bahkan juga masuk dalam deretan kekuatan nuklir dunia.
Sebaliknya, Iran adalah negara dengan kekuatan militer terkuat di kawasan Teluk, walau diembargo oleh AS sejak Revolusi Iran pada 1979, terus berupaya dan didukung Rusia, China atau Korea Utara, mengembangkan rudal-rudal balistik yang diklaim bisa menjangkau Tel Aviv.
IDF berkekuatan 170.000 personil tetap dan 465.000 cadangan. AD-nya didukung 1.370 tank termasuk 500-an unit buatan lokal Merkava dan 6.135 kendaraan lapis baja, sekitar 1.000 pucuk artileri medan dan 650 meriam swagerak serta 48 satuan roket dan rudal.
AU Israel mengoperasikan 612 aneka pesawat, a.l 246 pesawat tempur buatan AS (termasuk 75 unit F-35 Super Lightning), 52 unit F-15 Eagle dan 23 unit F-15 Strike Eagle, 141 unit F-16 Fighting Falcon dan 146 helikopter serang termasuk 50 unit UH-60 Black Hawk dan AH-64 Apache (semua buatan AS).
Sedangkan matra kekuatan matra laut Israel didukung 67 unit kapal perang termasuk tujuh jenis korvet, dua kapal cepat rudal dan masing-masing lima kapal patroli dan kapal selam.
Untuk menghadapi kemungkinan serangan rudal taktis dari musuh-musuhnya, Israel menyiapkan sistem pertahanan terintegrasi Iron Dome (Kubah Besi), David’s Slings, sistem rudal Arrow dan rudal anti rudal Patriot buatan AS.
Diduga untuk menghadapi potensi ancaman Iran, AS mengirimkan bom penghancur bunker MK-84 dengan hulu ledak tritonal, minol atau komposit H6 berbobot hampir satu ton kepada Israel (16/2).
Sedangkan AB Iran didukung 610.000 personil tetap dan 350.000 personil cadangan tremasuk satuan Garda Revolusi (IRGC).
AD Iran mengoperasikan 2.000-an tank, sebagian besar peninggalan Uni Soviet seperti T-62 dan T-72 serta 800-an unit Karrar buatan lokal, 4.873 pucuk artileri medan dan 1.030 artileri swagerak dan 1.775 satuan rudal atau roket.
Kekuatan matra laut Iran didukung 101 kapal perang termasuk tujuh fregat, tiga korvet dan 19 kapal selam kelas Kilo warisan Uni Soviet.
AU-Iran yang mengoperasikan 575 pesawat termasuk 215 pesawat tempur lawas eks-AS seperti 63 unit F-4 Phantom, 41 unit F14 Tomcat 19 unit, MiG-29 dan 23 unit Sukhoi SU-24 (eks- Soviet), 17 unit Chengdu J-7 (China) dan Mirage F-1 (Perancis).
Selama diembargo oleh Barat sejak awal 1980-an, Iran terus mengembangkan rudal-rudal taktis seperti Shahab-1, Shahab-2 dan Shahab-3, Feteh, Fajr, Ghadir dan Samid yang sebagian diklaim mampu menjangkau seluruh wilayah Israel.
Perang antara dua raksasa militer di Timur Tengah: Iran vs Israel yang akan menyeret banyak negara, jika tidak dapat dihindarkan bakal memakan banyak korban jiwa dan kerusakan hebat yang menjadi malapetaka umat manusia. (AFP/Reuters/ns)




