
JAKARTA – (KBKNEWS) – 7/9 – PEMIMPIN Korea Utara Kim Jong Un mengumumkan, kapal perusak terbaru milik AL negaranya akan diintegrasikan ke dalam sistem respons nuklir yang siap melancarkan serangan balasan yang menghancurkan.
Pengumuman tersebut disampaikan oleh Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) pada Senin (7/9), seiring dengan upaya Pyongyang mempercepat modernisasi armada maritim berkemampuan nuklir di tengah dinamika keamanan regional.
Peluncuran kapal perusak bernama Kang Kon itu diresmikan dalam sebuah upacara militer di kota pelabuhan Wonsan, pantai timur Semenanjung Korea, pada Minggu (6/9).
Kim menuturkan, penempatan kapal perang tersebut menjadi pesan tegas kepada negara-negara lawan terkait penegakan kedaulatan maritim Korea Utara.
“Sudah saatnya kita menjalankan kedaulatan kita di laut dan di bawah air,” tegas Kim, dikutip dari Reuters. Ia menuturkan, persenjataan nuklir angkatan laut Korea Utara sedang berkembang dan akan terus memperluas aset strategis paling kuat di perairan utama untuk melindungi kedaulatan maritim.
Kapal perusak Kang Kon berbobot 5.000 ton (panjang 15m, lebar 16 m) merupakan kapal perang kedua di kelasnya yang resmi beroperasi dalam jajaran AL Korut. Perenjatannya a.l. sepucuk kanon 127mm, sistem anti seranga udara Pantsir dan AK-630 (eks-Rusia), 4×4 rudal anti kapal dan 2×2 peluncur rudal kecil lainnya.
Kehadirannya menyusul pengoperasian kapal perusak Choe Hyon yang telah ditempatkan di wilayah pantai barat Korea Utara sekitar tiga bulan sebelumnya.
Meskipun KCNA tidak merinci konfigurasi hulu ledak spesifik yang diangkut oleh Kang Kon, laporan intelijen mengonfirmasi bahwa kapal tersebut mengusung sistem persenjataan serupa dengan Choe Hyon.
Sistem ini dinilai oleh para analis militer mampu membawa dan meluncurkan pelbagai varian rudal bersenjata hulu ledak nuklir.
“Kang Kon akan menjadi bagian terintegrasi dari sistem respons nuklir negara Korea Utara,” sebut laporan resmi KCNA mengutip penyataan Kim Jong Un.
Ekspansi kekuatan maritim
Di samping mengoperasikan Kang Kon, Kim Jong Un mengungkapkan rencana ekspansi kekuatan maritim fase berikutnya yang dijadwalkan bakal didemonstrasikan dalam delapan bulan mendatang.
Pyongyang saat ini tengah mempercepat pembangunan pangkalan angkatan laut baru di sepanjang pesisir pantai timur.
Selain itu, mereka juga membentuk unit tempur laut anyar serta perakitan berbagai kelas kapal perang modern.
Langkah ini mempertegas komitmen Korea Utara untuk memperluas jangkauan pencegahan nuklirnya dari daratan ke wilayah perairan strategis Asia Timur. (Kompas.com/ns)




