Potensi Bencana di Indonesia Tinggi, Menko PMK Janjikan Penguatan Infrastruktur

Ilustrasi Banjir di Kota Batu (6/11). Musim penghujan ditambah dampak La Nina dan aksi perambahan hutan bakal berpotensi meningkatkan bencana banjir dan longsor November hingga Ferbuari nanti.

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menjelaskan kerawanan bencana di Indonesia tergolong tinggi.

Dia menambahkan, bencana yang dimaksud seperti cuaca ekstrem, tanah longsor, banjir, hingga gunung meletus, gempa bumi dan tsunami, yang salah satunya dipengaruhi oleh letak geografis yang berada dalam kawasan cincin api pasifik.

Merujuk data terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) diketahui sepanjang 2024 Indonesia mengalami lebih dari 5.000 kejadian bencana. Dari jumlah kejadian tersebut permintaan rehabilitasi dan rekonstruksi menyasar terhadap 17 jenis infrastruktur yang rusak berat hingga tidak bisa digunakan lagi.

BNPB melaporkan angka kerusakan infrastruktur tertinggi dalam satu tahun terakhir menyasar 95 jembatan dan 26 tanggul atau talud aliran sungai-pantai. Jumlah kerusakan ini meningkat drastis dibandingkan periode 2019 – 2020, dimana BNPB menerima usulan perbaikan 33 jembatan rusak dan delapan tanggul rusak pada tahun 2019.

Oleh karena itu, Pratikno mengimbau untuk fokus pada pengurangan risiko bencana dengan penguatan infrastruktur inklusif  karena akan berkaitan dengan upaya peningkatan kesehatan dan pemerataan pendidikan di seluruh daerah.

Bersama dengan Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, pihaknya berharap adanya dukungan kolaborasi untuk mempersiapkan bagaimana desain konstruksi rumah, jembatan, jalan atau fasilitas umum lainnya, termasuk tanggul atau talud sungai – pantai menjadi siap menghadapi potensi bencana yang ada dalam pelaksanaan program kerja tahun 2025.

“Ini berat, apa yang ditugaskan untuk menciptakan SDM Unggul sangat membutuhkan kontribusi infrastruktur. Kalau tidak bisa maka kita akan kesulitan menurunkan stunting dan sebagainya jadi mohon kiranya program kerja 2025 ini beberapa agenda pembangunan SDM Unggul mendapat dukungan besar,” kata Menko PMK Pratikno.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here