JAKARTA, KBKNEWS.id — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini diarahkan ulang, dan Presiden Prabowo Subianto meminta agar program tersebut tidak lagi dibagikan secara universal, melainkan difokuskan kepada anak-anak yang mengalami kekurangan gizi.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyatakan pihaknya siap melaksanakan arahan tersebut dengan meningkatkan kualitas layanan dan efektivitas program.
Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2025, sekitar 7,8 juta anak di Indonesia masih mengalami kekurangan gizi, menempatkan Indonesia dalam lima besar negara dengan masalah gizi tertinggi.
Meski demikian, kondisi stunting menunjukkan perbaikan. Prevalensi stunting tercatat turun menjadi sekitar 19,8 persen pada 2024, yang merupakan angka terendah sepanjang sejarah Indonesia.
Untuk memastikan penyaluran tepat sasaran, BGN membentuk Tim Optimalisasi Penerima Manfaat. Tim ini akan mulai bekerja dengan melakukan survei lapangan, diawali di wilayah DKI Jakarta.
Wakil Kepala BGN Nanik S Deyang mengatakan, pendekatan berbasis kebutuhan menjadi kunci agar program lebih efektif.
“Minggu depan sudah mulai disurvei di Jakarta (DKI) untuk menyisir penerima manfaat,” ucap Nanik, dikutip kompas.com.
BGN juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Sosial serta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dalam pertukaran data penerima manfaat.
Selain itu, validasi data tetap dilakukan langsung di lapangan guna memastikan bantuan benar-benar diterima oleh anak-anak yang membutuhkan.





