Seorang insinyur kimia asal Tanzania berhasil menemukan alat penjernih air sederhana. Berkat penemuannya, 70 persen rumah tangga di Tanzania terbantu mendapatkan akses air bersih.
Adalah Askwar Hilonga, peraih Africa Prize di bidang teknologi inovasi, yang menemukan alat pemurni air yang sangat terjangkau dan murah ini. Ilmuwan dari Nelson Mandela African Institution of Science and Technology di Tanzania mengembangkan inovasi berbasis Nanoteknologi yang mengintegrasikan teknologi tinggi dengan pendekatan tradisional.
Tanzania adalah salah satu negara termiskin di dunia. Seperti banyak negara di Afrika lainnya, negara ini menghadapi kekurangan air akut. Meskipun berbatasan dengan tiga dana besar di Afrika, masih banyak warga Tanzania, terutama di daerah terpencil, yang tidak memiliki akses terhadap air minum bersih dan sehat.
Sebagian besar sumber air, baik di permukaan maupun air tanah, banyak yang terkontaminasi logam berat beracun, bakteri, virus dan polutan lainnya dari pertambangan, limbah industri dan sistem pembuangan yang buruk.
Dalam tayangan di Youtube, Hilonga menunjukkan bagiamana air yang sangat keruh menjadi jernih dan siap minum. Alat yang digunakan sangat kecil, hanya berdiamter 5 cm dengan panjang 20-an cm. Filter itu, kata Hilonga menyerap kandungan tembaga, fluoride, bakteri, virus dan pestisida yang terkandung dalam air.
Berkat temuannya ini, ia berhasil meraih hadiah £ 25 ribu atau sekira Rp 450 juta dari Royal Academy of Enginering, Inggris. Ketua Dewan Juri, Malcolm Brinded menilai, inovasi Hilonga bisa mengubah kehidupan banyak orang Afrika. “Juga orang-orang di seluruh dunia,” katanya seperti dikutip dari BBC.
Alat temuannya itu telah dipatenkan. Ia berkomitmen untuk mengembangkan temuannya sehingga semakin banyak warga Afrika yang terbantu. Ia juga mendirikan depot air bersih, di mana orang-orang dapat membeli air bersih siap minum dengan harga yang sangat terjangkau. “Bagi orang-orang yang tidak mampu membli filter air, kami telah membuat depot air di mana orang-orang datang dan membeli air dengan harga yang sangat sangat rendah, terjangkau,” tambahnya.
Dalam siaran YouTube juga Hilonga menjelaskan, alatnya dapat menghilangkan sampai 97% mikro-organisme. Ia menargetkan, dengan teknologi Nano yang dikembangkannya bisa menghilangkan 99,999% mikro-organisme, bakteri dan virus.
Hilonga sendiri berasal dari keluarga miskin di Tanzania. Keluarganya kerap menderita penyakit karena kondisi air yang buruk di desanya. Ketika dia menyelesaikan doktoralnya di Korea Selatan, ia melihat teknologi Nano yang cocok untuk memurnikan air di desanya.
Saksikan tayangannya di bawah ini:





