
KONKLAF atau prosesi pemilihan Paus baru akan digelar di sejumlah lokasi bersejarah, bermakna spiritual, tempat tinggal sementara para kardinal hingga kapel yang menjadi lokasi TPS, di lingkungan Tahta Suci Vatikan, Rabu, 7 Mei.
Lokasi penting dalam pemilihan Pemimpin Tertinggi Gereja Katolik sedunia seperti yang dilaporkan AFP (7/5) yakni Casa Santa Marta Domus Sanctae Marthae atau yang lebih dikenal sebagai Casa Santa Marta, wisma tamu di Vatikan, dibangun pada 1996.
Gedung yang berada di belakang Basilika Santo Petrus ini merupakan tempat tinggal para kardinal yang berhak memilih paus selama masa konklaf.
Tempat ini juga merupakan rumah bagi mendiang Paus Fransiskus selama masa kepausannya. Dulu, para kardinal tidur di lorong dan kamar di Istana Apostolik selama konklaf.
Kini, para kardinal menikmati fasilitas seperti kamar mandi pribadi layaknya hotel, namun, karena jumlah kamar tidak cukup untuk 133 kardinal, sebagian akan ditempatkan di Santa Marta Vecchia di sebelahnya.
Para kardinal akan mulai menempati kamar mereka pada Selasa malam atau Rabu pagi, sebelum dimulainya konklaf.
Selai itu ada Basilika Santo Petrus, di mana sebelum pemilihan dimulai, para kardinal akan menggelar misa khusus pusat spiritual umat Katolik itu.
Diarak ke Kapel Sistina
Setelah misa, mereka akan berarak menuju Kapel Sistina sambil menyanyikan lagu Latin “Veni Creator Spiritus” untuk memohon bimbingan Roh Kudus.
Basilika ini adalah salah satu gereja terbesar di dunia dan menjadi tempat peristirahatan terakhir Santo Petrus, paus pertama dalam sejarah Gereja Katolik.
Kapel Sistina berusia lebih dari 500 tahun terletak di dalam Istana Apostolik dan dikenal dunia karena langit-langitnya yang dilukis oleh Michelangelo.
Di sini para kardinal berkumpul untuk melakukan pemungutan suara. Setiap surat suara yang telah dihitung akan dibakar dalam tungku khusus. Asap hitam akan muncul dari cerobong di atas Kapel Sistina jika belum ada Paus terpilih.
Sementara asap putih menjadi tanda bahwa dunia telah memiliki Paus baru. Warna asap ini dihasilkan dari campuran bahan kimia khusus.
Lapangan Santo Petrus yang dirancang oleh arsitek Gian Lorenzo Bernini pada abad ke-17 adalah ruang terbuka utama di depan Basilika Santo Petrus.
Di tengahnya berdiri sebuah obelisk Mesir berusia 4.000 tahun. Kolonade melingkar yang mengelilinginya menjadi simbol tangan Gereja yang merangkul umat. Puluhan ribu umat dan wisatawan dari berbagai belahan dunia diperkirakan akan memadati lapangan ini untuk menyaksikan pengumuman “Habemus Papam!” atau “Kita memiliki Paus!” .
Paus baru
Paus baru kemudian akan tampil pertama kali dari balkon utama dan memberikan berkat perdananya kepada umat.
Sementara menurut unggahan Humas Keuskupan Jakarta di akun Instagram, konklaf, Rabu, 7 Mei diawali dengan Misa Kudus untuk pemilihan Paus yang diikuti oleh Dewan Kardinal guna memohon tuntunan Roh Kudus dalam pemilihan Paus.
Para Kardinal Elektor diberangkatkan dari Kapel Pauline menuju Kapel Sistine dan mereka diminta untuk meletakkan tangan di atas Kitab Suci serta mengucapkan janji kerahasiaan dalam pemilihan Paus.
Setelah semua kardinal tersebut memasuki ruangan, Master of Papal Liturgical Ceremonis akan mengucapkan, “Extra Omnes” dan selanjutnya pintu kapel dikunci.
“Extra Omnes” adalah frasa dalam bahasa Latin yang berarti “semua orang keluar” atau “semua orang di luar”.
Frasa tersebut adalah perintah yang diberikan oleh Pemimpin Acara Liturgi Kepausan, menandai dimulainya konklaf kepausan, ketika para kardinal berada dalam Kapel Sistina yang terkunci untuk memilih Paus baru.
Diperlukan dua pertiga suara untuk memenuhi syarat pemilihan Paus yang baru. Jika belum ada paus yang terpilih, maka akan keluar asap hitam dari cerobong asap di atas Kapel Sistine, yang artinya pemilihan paus masih berlangsung hingga paus yang baru terpilih.
Selamat memilih Paus baru, semoga yang terpiilih adalah figur yang sesuai dengan tuntutan zaman dan umatnya. (AFP/ns)




