Profil Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang: Dari Bupati Termuda hingga Terjaring OTT KPK

Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang terjaring OTT KPK. (Foto: Tangkapan layar Instagram)

Jakarta, KBKNews.id – Profil Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang mendadak menjadi sorotan setelah terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK, Kamis, 18 Desember 2025 malam. Dia diamankan bersama 9 orang lainnya dan ruang kerja Bupati Bekasi untuk sementara disegel.

Penangkapan ini menandai babak baru dalam perjalanan politik Ade Kuswara Kunang. Sebelumnya, dia merupakan sosok yang dikenal sebagai bupati termuda dalam sejarah Kabupaten Bekasi. Bahkan dia digadang-gadang membawa energi baru dalam pemerintahan daerah.

OTT KPK di Lingkungan Pemkab Bekasi

KPK membenarkan telah melakukan operasi senyap di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat pada Kamis malam, 18 Desember 2025. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyampaikan penyidik mengamankan sekitar 10 orang dalam kegiatan penyelidikan tertutup tersebut. Salah satunya Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang.

Dalam rangkaian OTT itu, tim KPK menyasar sejumlah ruangan strategis di Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Bekasi, Cikarang Pusat. Penyidik membawa sejumlah berkas penting dari dalam ruangan.

Penyegelan juga dilakukan di Kantor Dinas Budaya, Pemuda, dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Bekasi.

Hingga kini, KPK belum mengumumkan secara resmi konstruksi perkara maupun status hukum para pihak yang diamankan. Namun, informasi yang beredar menyebutkan dugaan kasus berkaitan dengan praktik gratifikasi dalam rotasi dan mutasi jabatan.

KPK menegaskan, seluruh proses masih berjalan dan akan disampaikan secara resmi sesuai kebutuhan penyidikan.

Sosok Ade Kuswara Kunang

Ade Kuswara Kunang merupakan pria kelahiran Kabupaten Bekasi, 15 Agustus 1993. Ia resmi menjabat sebagai Bupati Bekasi sejak 20 Februari 2025 untuk periode 2025–2030. Dia menjabat bersama Wakil Bupati Asep Surya Atmaja.

Dalam Pilkada Kabupaten Bekasi 2024, pasangan Ade Kuswara–Asep Surya diusung oleh PDI Perjuangan, PPP, dan PBB. Mereka meraih suara terbanyak dengan perolehan 666.494 suara atau sekitar 45,68 persen. Perolehan angka ini sekaligus mengantarkan Ade sebagai Bupati Bekasi ke-15.

Rekam Jejak Pendidikan dan Politik

Secara akademik, Ade Kuswara Kunang menyelesaikan pendidikan sarjananya di President University dan meraih gelar Sarjana Hukum pada 2016. Latar belakang pendidikan hukum tersebut menjadi salah satu modal awalnya dalam menapaki karier politik dan pemerintahan.

Sebelum menduduki kursi bupati, Ade lebih dulu meniti karier sebagai anggota DPRD Kabupaten Bekasi. Ia terpilih untuk masa jabatan 2019–2024. Dia kembali terpilih untuk periode 2024–2029 dari PDI Perjuangan. Karier politiknya terbilang cepat, mengingat usianya yang relatif muda saat memasuki dunia parlemen daerah.

Ade merupakan putra dari H. M. Kunang, Kepala Desa Sukadami, Kecamatan Cikarang Selatan, sekaligus pendiri organisasi masyarakat Ikatan Putra Daerah (IKAPUD) dan Garda Pasundan. Latar belakang keluarga ini turut membentuk jejaring sosial dan politik Ade di Kabupaten Bekasi.

Bupati Termuda dalam Sejarah Bekasi

Pelantikan Ade Kuswara Kunang sebagai Bupati Bekasi mencatatkan sejarah tersendiri. Berdasarkan catatan sejarawan Bekasi, Endra Kusnawan, Ade merupakan bupati definitif termuda sepanjang sejarah pemerintahan Kabupaten Bekasi. Saat dilantik, usianya baru 31 tahun 6 bulan.

Rekor tersebut melampaui usia para bupati sebelumnya, baik pada era Orde Baru maupun era pemilihan langsung. Bahkan, dibandingkan Neneng Hasanah Yasin—bupati perempuan pertama Bekasi—Ade tetap tercatat lebih muda saat dilantik.

Dengan usia muda dan latar belakang politik yang kuat, kepemimpinan Ade sempat diharapkan membawa inovasi dan semangat baru dalam pembangunan Kabupaten Bekasi.

Sorotan Publik dan Ujian Kepemimpinan

OTT KPK yang menyeret Ade Kuswara Kunang menjadi ujian serius bagi reputasi politiknya. Penangkapan ini juga menambah daftar kepala daerah Bekasi yang tersandung kasus korupsi, setelah sebelumnya publik dikejutkan dengan kasus serupa yang menjerat Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin.

Perkembangan lebih lanjut terkait status hukum Ade Kuswara Kunang dan konstruksi perkara OTT KPK ini masih dinantikan, seiring berjalannya proses penyidikan oleh lembaga antirasuah.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here