
Jakarta, KBKNews.id – Nicolás Maduro Moros untuk pertama kalinya muncul di hadapan pengadilan federal Amerika Serikat di Manhattan, New York, Pada Senin (5/1/2026) waktu setempat. Sebelumnya, Presiden Venezuela dan istrinya tersebut ditangkap dalam operasi militer AS yang mengguncang tatanan diplomasi internasional.
Dalam persidangan singkat berdurasi sekitar 30 menit, Maduro menyatakan dirinya tidak bersalah atas seluruh dakwaan narkotika yang menjeratnya.
“Saya tidak bersalah. Saya tidak terbukti bersalah. Saya adalah pria yang baik. Saya masih presiden negara saya,” ujar Maduro melalui penerjemah di ruang sidang sebelum pernyataannya dihentikan oleh Hakim Distrik AS, Alvin Hellerstein.
Istri Maduro, Cilia Flores, yang turut ditangkap, juga menyatakan dirinya tidak bersalah. Sidang lanjutan dijadwalkan digelar pada 17 Maret 2026.
Siapa Nicolás Maduro Moros?
Nicolás Maduro Moros adalah politikus Venezuela yang menjabat sebagai Presiden Venezuela ke-65 sejak 2013. Ia lahir di Caracas pada 23 November 1962 dalam keluarga sederhana, dengan ayah yang aktif di politik sayap kiri dan gerakan buruh. Ketertarikan Maduro pada politik sudah terlihat sejak remaja hingga dewasa.
Latar Belakang dan Awal Karier
- Keluarga dan Pendidikan Politik
Maduro mengenyam pendidikan politik di Kuba setelah lulus sekolah menengah, sebuah pengalaman yang memperkuat keterlibatannya di gerakan kiri. - Pengalaman Awal Kerja
Setelah kembali ke Venezuela, ia sempat bekerja sebagai supir bus sambil aktif di serikat pekerja transportasi. - Kolaborasi dengan Hugo Chávez
Hubungan Maduro dengan Hugo Chávez dimulai sejak awal 1990-an, bahkan ia terlibat dalam usaha pembebasan Chávez dari penjara setelah kudeta gagal 1992. Kemitraan ini mengantarkannya menjadi sekutu dekat dan tokoh penting dalam politik Chávez.
Puncak Karier Politik
- Menteri Luar Negeri (2006–2013)
Maduro menjabat sebagai menteri luar negeri di pemerintahan Chávez dan dikenal tampil lebih tenang di panggung internasional dibandingkan Chávez. - Wakil Presiden (2012–2013)
Ia ditunjuk sebagai wakil presiden, mendampingi Chávez dalam masa akhir pemerintahan. - Presiden Venezuela (Sejak 2013)
Setelah kematian Chávez, Maduro memenangkan pemilu dengan suara tipis atas pesaingnya, Henrique Capriles Radonski. Ia kemudian kembali terpilih dalam pemilu 2018 yang banyak menuai kontroversi.
Kepemimpinan Maduro: Kritik dan Kontroversi
Kepemimpinan Maduro sering menimbulkan kritik dan kontroversi, termasuk tuduhan merusak demokrasi serta pelanggaran hak asasi manusia. Kebijakan domestiknya diwarnai gelombang protes besar dan tindakan terhadap oposisi.
Selama masa jabatannya, Venezuela juga mengalami krisis ekonomi parah, inflasi tinggi, serta migrasi massal yang menjadi salah satu yang terbesar di Amerika Latin.
Tuduhan dan Dakwaan Internasional
Maduro telah lama menjadi target dakwaan AS, termasuk tuduhan narkoterorisme, konspirasi impor kokain, dan kepemilikan senjata api berat. Jaksa AS menuduhnya terlibat dalam jaringan perdagangan kokain yang menjalin hubungan dengan kelompok kriminal internasional termasuk kartel dari Meksiko dan pemberontak dari Kolombia, sejak era awal kariernya hingga masa presidennya.
Sidang Perdana di Amerika Serikat
Sidang di Manhattan menjadi momen penting dalam sejarah hukum dan politik internasional. Dalam persidangan tersebut, Maduro terlihat mengenakan pakaian tahanan berwarna oranye dan krem serta mendengarkan dakwaan melalui penerjemah.
Hakim juga mengingatkan haknya untuk memberi tahu konsulat Venezuela mengenai penangkapannya.
Demonstran baik pendukung maupun penentang Maduro berkumpul di luar gedung pengadilan. Hal ini mencerminkan polarisasi tajam yang menyertai figur politik yang sudah lebih dari satu dekade memimpin Venezuela.
Masa Depan Pemerintahan Venezuela
Dengan ditahannya Maduro, Delcy Rodríguez, Wakil Presiden Venezuela, telah ditunjuk sebagai presiden sementara untuk masa 90 hari ke depan. Langkah ini diambil untuk menjamin kelangsungan pemerintahan di tengah ketidakpastian politik yang tengah berlangsung.
Fakta Singkat Nicolás Maduro:
• Nama lengkap: Nicolás Maduro Moros
• Lahir: 23 November 1962, Caracas, Venezuela
• Posisi politik: Presiden Venezuela sejak 2013
• Dakwaan di AS: Narkoterorisme, konspirasi impor kokain, kepemilikan senjata berat
• Sidang lanjutan: 17 Maret 2026




