LOMBOK – Dompet dhuafa meluncurkan program jambanisasi untuk warga Dusun Labuan Cenik, Desa Gili Gede Indah, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat.
Sebelumnya tidak ada satu pun dari masyarakat Dusun Labuan Cenik yang memiliki jamban. Untuk melakukan buang air besar, mereka pergi ke sawah atau hutan yang mereka anggap sepi. Perilaku hidup tidak sehat tersebut mereka lakukan dengan tidak mengenal siang ataupun malam, panas ataupun hujan.
Labuan Cenik merupakan dusun yang masuk dalam radar Program Kawasan Sehat LKC (Layanan Kesehatan Cuma-cuma) Dompet Dhuafa Nusa Tenggara Barat. Intervensi kesehatan dan sanitasi telah masuk bersamaan dengan layanan Klinik Apung Dompet Dhuafa sejak pertengahan tahun 2019.
Melihat perilaku masyarakat yang secara sembarangan buang air di hutan, LKC DD NTB bersama Kimia Farma menggulirkan Program Inisiasi Pembangunan Jamban pada periode bulan Agustus-Oktober 2020.
Sebanyak 26 keluarga menjadi penerima manfaat program ini. Mereka terpilih dari warga yang memiliki kemauan serta bersedia berkomitmen untuk merubah perilaku buang airnya. Sehingga mereka akan menjadi contoh sekaligus stimulan bagi warga-warga lainnya.
“Selaras dengan program Kawasan Sehat LKC di Gili Gede, kami ingin mewujudkan akses sanitasi layak di seluruh rumah tangga di Dusun Labuan Cenik dengan target capaian 100 %. Alhamdulillah, pada November 2020 lalu bertepatan dengan HKN, dusun Labuan Cenik telah melakukan deklarasi ODF,” terang Zulkarnain Khotibi selaku Pimpinan LKC DD NTB saat agenda kunjungan program pada Jum’at (22/10/2021), dikutip dari dompetdhuafa.org.





