Protes Kebijakan Israel, Migran Afrika Mogok Makan

Ilustrasi Dua migran Afrika berjalan di kota Israel. Foto: AA News

YERUSALEM – Pengungsi yang tidak bersedia meninggalkan Israel hingga 31 Maret, akan ditempatkan di balik jeruji besi.

Demikian penegasan Israel, setelah Parlemen negara itu untuk mengeluarkan sebuah undang-undang untuk mendeportasi paksa para migran, Desember 2017 lalu.

Akibatnya, ratusan migran Afrika di penjara Holot pada Rabu (21/2/2018) menggelar aksi mogok makan untuk memprotes kebijakan Israel tersebut.

Menurut media setempat, aksi protes terjadi setelah tujuh warga Eritrea dipenjara karena menolak meninggalkan negara tersebut.

Dikutip dari AA News, sebelumnya, pemerintah Israel menawarkan USD 3.500 dan sebuah tiket untuk setiap pengungsi untuk meninggalkan Israel dengan sukarela atau menghadapi hukuman penjara.

Advertisement