
MAYORITAS publik (responden) puas atas kinerja pemerintah mengatasi pandemi Covid-19 dan percaya pada pengambilan kebijakan yang diambil terkait pengendalian virus corona SARS-CoV-2 penyebab Covid-19.
Hal itu tercermin dari jajak pendapat yang digelar Litbang harian Kompas pada Agustus 2020 san Januari 2021 (Kompas, 1/3), melibatkan 2.000 responden di 34 provinsi di Indonesia.
Pada Agustus 2020, tingkat kepuasan masyarakat secara umum terhadap kinerja pemerintah dalam penanganan Covid-19 mencapai 65,9 persen, dan yang tidak percaya 34, 1 persen, sedangkan pada Januari 2021 , tingkat kepuasan 66,3 persen dan yang tidak puas 33,7 persen.
Tingkat kepuasan terkait pencegahan penularan Covid-19 (Agustus ’20 dan Januari ’21) 71,3 persen puas, 16,9 persen tidak puas dan 11,8 persen tidak tahu, sedangkan untuk penyediaan faskes bagi yang terpapar, 78,2 persen puas, 11,3 persen tidak pus dan 10,5 persen tidak tahu.
Terkait penyediaan vaksin, 62,1 persen puas, 13 persen responden tidak puas dan 24,9 persen tidak tahu, sementara terkait penindakan pelanggaran PSBB, 68,6 persen puas, 20,1 persen tidak puas dan 11,3 persen tidak tahu.
Mengenai pemulihan ekonomi, 60,5 persen responden puas, 29,1 persen tidak puas dan 10,4 persen tidak tahu, sedangkan pemerataan bansos 61persen puas, 30,5 persen tidak puas dan 8,5 persen tidak tahu.
Sebanyak 58,9 persen puas terkait tindakan pemerintah pusat dalam penanganan Covid-19, 30,6 persen tidak puas dan 10,5 persen tidak tahu, sementara terkait kebijakan pengendalian terhadap Covid-19 sebanyak 67,7 persen percaya, 19,5 persen tidak percaya dan 12,8 persen tidak tahu.
Sementara pada Agustus ’20 tingkat kepuasan responden atas kinerja pemerintah di sektor politik dan keamanan selama pandemi mencapai 70,8 persen, pada Januari ’21 sedikit turun ke 67,2 persen, sedangkan di bidang hukum masing-masing 62,5 dan 63, 4 persen.
Di bidang ekonomi, kepuasan responden atas kinerja pemerintah naik dari 52,8 persen (Agustus ’20) menjadi 57,9 persen (Jan. ’21), sedangkan di bidang kesra naik dari 61,6 persen ke 67, 2 persen.
Program vaksinasi yang sedang dilakukan bertahap sejak 13 Januari diharapkan ikut memutus mata rantai penyebaran Covid-19 yang diharapkan mampu menjangkau 181,5 juta atau dua pertiga penduduk Indonesia demi tercapainya herd immunity atau kekebalan massal.




