Presiden: Mau Kabur, Kabur Aja!

Presiden Prabowo Subianto (28/4) mempersilahkan orang-orang yang ingin kabur dari Indonesia karena merasa kehidupan makin sulit."Mau kabur kabur aja, " seruya. (foto: detikcom)

PRESIDEN Prabowo Subianto kembali menyinggung narasi ‘Indonesia Gelap’ yang sempat ramai dilontarkan oleh sejumlah orang yang berkeluh-kesah, merasa kehidupan semakin sulit di negeri ini.

“Indonesia gelap, matanya buram. Indonesia terang. Kalau ada yang mau kabur, kabur saja,” kata Prabowo saat melakukan Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II, di Cilacap, Jateng, Rabu (29/4).

Sindiran Prabowo itu dilontarkan kepada pihak-pihak yang menurut dia tidak patriotik dan tidak cinta tanah air sehingga ia pun menantang dan mempersilahkan mereka yang menyuarakannya untuk ‘kabur’ saja.

Padahal, menurut Prabowo, Indonesia merupakan negara yang paling aman di tengah ketidakpastian global hari ini.

“Hei orang-orang pintar bukalah, bukalah berita, lihat lah. Kita ditempatkan sebagai negara paling aman di dunia sekarang. Kabur aja deh, kabur aja biar kita enggak gaduh,” ucapnya.

Prabowo menyebut ia dan jajarannya hanya ingin bekerja untuk seluruh rakyat Indonesia dan ingin agar kekayaan Indonesia dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia.

Menurut presiden, sudah terlalu lama kekayaan alam Indonesia tidak dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia, tapi hanya dinikmati segelintir orang.

“Sudah terlalu lama sumber daya alam kita dikuasai oleh pedagang-pedagang yang saya pertanyakan nasionalisme mereka, kita kasih konsesi tambang, kita kasih konsesi perkebunan, kita kasih lagi kredit dari bank milik rakyat, tapi begitu berhasil, hasil usahanya tidak ditempatkan di Indonesia,” ujar dia.

Tagar (#) “kabur aja Dulu” ramai di medsos Februari 2025 sebagai cerminan keresahan kaum milenial pada kondisi ekonomi-sosial termasuk untuk melanjutkan pendidikan dan mencari kerjaan, makin mahalnya biaya hidup dan ketidakpastian masa depan mereka.

Keluh kesah yang menjadi pemicu utamanya a.l minimnya lapangan kerja yang layak, persaingan ketat dengan TKA dan menurunnya kualitas hidup.

Bagi yang berempati, sebenarnya tagar “Kabur aja dulu” lebih pada ajakan untuk mencari peluang, pengalaman dan nafkah lebih baik di luar negeri, namun ada beberapa tokoh di kalangan pemerintah dan parlemen yang menganggap mereka sebagai a-nasionalis dan cengeng.

Hal itu sangat disayangkan, karena Indonesia bakal rugi jika terjadi “brain-drain” atau perpindahan ke negara lain mereka yang mampu dan profesional.

Sebaiknya pemerintah tidak reaktif, tetapi mencarikan solusi permasalahan bagi generasi penerus, misalnya melalui pemberian kursus-kursus keterampilan, subsidi atau bantuan biaya pendidikan, magang dan pembukaan lapangan kerja. (ns/berbagai sumber)

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here